Basuki Pastikan Penataan Infrastuktur Labuan Bajo Tuntas Tahun Ini

Kompas.com - 11/09/2020, 13:12 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan di Labuan Bajo pada Kamis-Jumat (10-11/9/2020). Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan di Labuan Bajo pada Kamis-Jumat (10-11/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan, anggaran pembangunan infrastruktur di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo akan terserap 100 persen hingga akhir tahun ini.

Target penyebaran anggaran tersebut sejalan dengan rencana penyelesaian pembangunan fisik infrastruktur KSPN Labuan Bajo pada Desember tahun ini.

Perlu diketahui, Pemerintah mengalokasikan anggaran infrastruktur untuk KSPN Labuan Bajo sebesar Rp 1,3 triliun tahun ini.

Angka tersebut lebih besar dari tahun 2019 yakni senilai Rp 83,2 miliar.

" Kementerian PUPR sudah membuat program terpadu untuk pengembangan KSPN Labuan Bajo dari seluruh sektor mulai peningkatan kualitas layanan jalan dan jembatan, penyediaan sumber daya air (SDA), permukiman, dan perumahan," kata Basuki dalam siaran pers, Jumat (11/9/2020). 

Anggaran sebesar Rp 1,3 triliun tersebut digunakan untuk penataan kawasan sejumlah destinasi pariwisata melalui Ditjen Cipta Karya sebesar Rp 646,3 miliar.

Rinciannya, Kawasan Puncak Waringin Rp 18,2 miliar dengan progres 50,68 persen,  pengembangan kawasan Goa Batu Cermin sebesar Rp 27,5 miliar dengan progres 40 persen, dan Pulau Rinca meliputi pembangunan dermaga sebesar Rp 47 miliar, serta fasilitas penunjang wisata sebesar Rp 50 miliar.

Baca juga: Basuki Puas Melihat Kualitas Proyek Jalan KSPN Labuan Bajo

Kemudian, Ditjen Bina Marga dialokasikan anggaran senilai Rp 420, 1 miliar terdiri untuk peningkatan jalan, trotoar, dan drainase Jalan Soekarno Atas sepanjang 2,19 kilometer, Jalan Soekarno Bawah sepanjang 2,01 kilometer, Jalan Simpang Pede sepanjang 4,51 kilometer, dan peningkatan jalan kawasan pariwisata Waecicu sepanjang 4 kilometer. 

Rata-rata, proges fisik peningkatan jalan dan jembatan di Labuan Bajo sudah mencapai 60 persen.

Lalu, anggaran dukungan infrastruktur di bidang SDA sebesar Rp 67,7 miliar yakni, pembangunan sarana dan prasarana pengaman Pantai Lohbuaya di Pulau Rinca.

Sementara, di Bidang perumahan dengan anggaran sebesar Rp 174,5 miliar yaitu peningkatan kualitas rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 4.100 unit.

Kementerian PUPR melibatkan Arsitek Nusantara Yori Antar untuk penataan Labuan Bajo yang juga terlibat dalam pembenahan kawasan pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara.

"Pengembangan kawasan wisata tidak cukup dengan konsultan teknik, namun juga perlu melibatkan arsitek agar infrastruktur yang dibangun tidak kaku, sehingga perlu diperhalus melalui arsitektur," tutup Basuki.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X