Kompas.com - 10/09/2020, 12:03 WIB
Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA dan Perjanjian Penjaminan Proyek Tol ditandatangani pada Rabu (9/9/2020) oleh Konsorsium PT Jogjasolo Marga Makmur dengan PT Penjaminan dan Infrastruktur dan BPJT Kementerian PUPR. Kementerian PUPRPerjanjian Pengusahaan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA dan Perjanjian Penjaminan Proyek Tol ditandatangani pada Rabu (9/9/2020) oleh Konsorsium PT Jogjasolo Marga Makmur dengan PT Penjaminan dan Infrastruktur dan BPJT Kementerian PUPR.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan pembangunan 8 ruas tol baru.

Ruas tol tersebut menghubungkan kawasan strategis dan pusat pertumbuhan di Pulau Jawa dan Bali.

Hal ini dilakukan dalam rangka menggairahkan investasi produktif melalui pembangunan infrastruktur konektivitas.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kedelapan ruas tol tersebut memiliki total panjang 374 kilometer dan nilai investasi sebesar Rp 100 triliun.

Kedelapan ruas tol tersebut yakni, Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo sepanjang 96,57 kilometer, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan sepanjang 60,1 kilometer, Tol Kertajati-Cipali dirancang sepanjang 3,6 kilometer, dan Tol North-South Link Bandung sepanjang 14,2 kilometer.

Kemudian, Harbour Road Tanjung Priok-Pluit 8,9 kilometer, Tol Jogja-Bawen sepanjang 75,83 kilometer, Tol Gilimanuk-Mengwi 95,22 kilometer, serta Tol Kediri-Kertosono 20,3 kilometer.

Salah satu ruas tol, Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Baca juga: Percepat Pengadaan Lahan Tol Solo-Yogya-Kulonprogo, BUJT Hindari Konsinyasi

"Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo merupakan PSN sepanjang 96,57 kilometer," kata Basuki dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (10/9/2020).

Basuki menjelaskan, terbangunnya Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan perekonomian masyarakat di segitiga emas sektor pariwisata yakni, Yogyarakarta, Solo, Semarang (Joglosemar). 

Pembangunan jalan tol tersebut akan segera dilakukan dan dipastikan dapat beroperasi penuh pada tahun 2023 mendatang.

Sementara, Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, infrastruktur adalah salah satu tumpuan ekonomi Indonesia.

Sebab, pembangunan infrastruktur dapat menyerap banyak tenaga kerja, termasuk produk dalam negeri.

"Dengan kerja sama yang baik saya yakin target pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi dapat kita capai," ujarnya.

Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo dirancang sepanjang 96,57 kilometer dan memiliki tiga seksi. 

Baca juga: Soal Kontroversi Kenaikan Tarif Tol, Luhut Bilang Emang Gue Pikirin

Seksi 1 JC Kartasura-SS Prambanan) sepanjang 35,64 kilometer, Seksi II SS Prambanan-SS Sleman sepanjang 22,36 kilometer, dan Seksi III SS Sleman-SS Kulonprogo sepanjang 38,57 kilometer dengan nilai investasi Rp 26,6 triliun.

Jalan tol ini nantinya akan menghubungkan Ibu Kota Provinsi DIY dengan Kota Solo sehingga akses menuju destinasi pariwisata nasional seperti Candi Prambanan menjadi lebih mudah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.