Warisan Bangunan Ikonik Hemat Energi dari Jakob Oetama

Kompas.com - 09/09/2020, 18:00 WIB
[ARSIP] Pemimpin Umum Harian Kompas, Jacob Oetama hadir pada perayaan syukuran dan peluncuran buku HUT Ke-50 Harian Kompas di Bentara Budaya Jakarta, Minggu (28/6/2015). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020). KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO[ARSIP] Pemimpin Umum Harian Kompas, Jacob Oetama hadir pada perayaan syukuran dan peluncuran buku HUT Ke-50 Harian Kompas di Bentara Budaya Jakarta, Minggu (28/6/2015). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama meninggal dunia pada Rabu (9/9/2020).

Selain di bidang jurnalistik, secara tak langsung Jakob Oetama juga menorehkan jejak di beberapa gedung ikonik.

Bahkan, New Media Tower mendapatkan sejumlah penghargaan penting dan sertifikasi hemat energi.

Berikut bangunan-bangunan yang diwariskan Jakob Oetama:

Bentara Budaya Jakarta

Bentara Budaya Jakarta (BBJ) resmi dibuka oleh Jakob Oetama pada 26 Juni 1986. Di dalamnya terdapat rumah tradisional Kudus yang dipindahkan dari tempat aslinya di Kauman, tak jauh dari Menara Kudus.

Rumah adat ini dipugar, dipindahkan, dan dijadikan satu dengan kompleks BBJ. Uniknya, rumah yang kini menjadi pusat dari BBJ tersebut merupakan satu dari beberapa hunian tradisional asli Kudus yang tersisa.

Baca juga: PK Ojong–Jakob Oetama Tower Ikuti Kontes Gedung Hemat Energi

Penulis dan penggagas buku Gebyok Ikon Rumah Jawa, Triatmo Doriyanto mengatakan, keberadaan rumah adat Kudus di tempat aslinya saat ini sulit ditemukan. Jumlahnya pun juga tinggal beberapa unit di kudus.

Selebihnya, rumah-rumah adat itu sudah diperjualbelikan baik secara utah maupun secara parsial.

Bentara Budaya Jakarta dengan latar belakang Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Kamis (28/3/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Bentara Budaya Jakarta dengan latar belakang Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Saat ini, BBJ menyimpan koleksi 573 lukisan dari berbagai pelukis terkenal, seperti S Sudjojono, Hendra Gunawan, Affandi, Basoeki Abdullah, dan lain-lain.

Selain itu, kompleks ini juga menyimpan koleksi 625 keramik dari berbagai dinasti, mulai dari Dinasti Yuan, Dinasti Tang, Dinasti Sung, dan Dinasti Ching.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X