Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jakob Oetama: Saya dan PK Ojong Tidak Terpisahkan

Kompas.com - 27/09/2017, 22:33 WIB
Arimbi Ramadhiani

Penulis

TANGERANG, KompasProperti - Gedung perkuliahan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) PK Ojong-Jakob Oetama Tower diresmikan pada Rabu, (27/9/2017).

Nama ini dipilih sebagai bentuk apresiasi UMN terhadap pendiri Kompas Gramedia (KG) dan UMN, PK Ojong dan Jakob Oetama.

Ketua Yayasan Multimudia Teddy Suryanto mengisahkan, ada cerita di balik pengajuan nama tersebut kepada Jakob yang dilakukan pada 2016 silam setelah UMN mendapat akreditasi A.

Saat itu, Jakob mengaku tidak ingin namanya disematkan sendirian melainkan harus bersama PK Ojong.

"Beliau (Jakob) komentar, 'saya dan Pak Ojong itu enggak terpisahkan'. Makanya namanya (PK Ojong-Jakob Oetama Tower) begitu," ujar Teddy, di Gading Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (27/9/2017).

Teddy menuturkan, ide Jakob untuk memiliki institusi pendidikan muncul pada 2002. Jakob ingin memiliki kampus dengan konsep khusus yakni 'new media'.

Fasad kulit ganda pada PK Ojong-Jakob Oetama Tower memungkinkan ruangan indoor tidak memerlukan AC.Antonius Wisnu Nugroho/Kompas.com Fasad kulit ganda pada PK Ojong-Jakob Oetama Tower memungkinkan ruangan indoor tidak memerlukan AC.
Inisiasi Jakob yang peduli terhadap pendidikan ini dinilai banyak pihak sebagai sebuah keniscayaan. Pasalnya, Jakob pernah mengajar di beberapa sekolah sebelum memutuskan menjadi wartawan.

Selain itu, Jakob dikelilingi sahabat yang memiliki latar belakang profesi guru dan ikut berperan dalam pembentukan sejumlah perguruan tinggi yang ada saat ini.

"Contohnya Ojong yang merintis Universitas Tarumanegara. Nama beliau juga ada di salah satu ruangan universitas ini," sebut Teddy.

Selain Ojong, lanjut Teddy, teman lama Jakob yakni Frans Seda juga turut membangun Universitas Atma Jaya.

Kemudian sahabat Jakob lainnya, IJ Kasimo merupakan penasihat dan pendiri Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM).  

"Waktu (Jakob) punya ide kampus, sah saja karena sahabat beliau sudah duluan. Tapi beliau ingin New Media," kata Teddy.

Salah satu ruangan di P.K. Ojong–Jakob Oetama Tower Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Gedung ini berkonsep passive design sehingga hemat energi tanpa perlu menggunakan pendingin ruangan. Arimbi Ramadhiani Salah satu ruangan di P.K. Ojong–Jakob Oetama Tower Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Gedung ini berkonsep passive design sehingga hemat energi tanpa perlu menggunakan pendingin ruangan.
Kemudian, pada 2003 dilakukan studi banding apakah ada kampus di luar negeri yang mengajarkan New Media dan ternyata ada.

Selanjutnya, dalam kurun 2003-2005 tim menggodok konsep dan muncul istilah multimedia yang disempurnakan menjadi Universitas Multimedia Nusantara.

Gedung PK Ojong–Jakob Oetama Tower dirancang dengan konsep desain pasif sehingga meminimalkan penggunaan energi.

Selain itu, gedung ini juga menggunakan teknologi terbaru yang mampu menekan penggunaan energi secara keseluruhan.

Teknologi tersebut antara lain adalah penggunaan lampu LED dan magnetic chiller yang bisa mengurangi konsumsi energi listrik hingga 30 persen jika diukur dengan beban yang sama. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kediri: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kediri: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bangkalan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bangkalan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Magetan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Magetan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pacitan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pacitan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lamongan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lamongan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Mutu Beton Tol MBZ Disebut di Bawah Standar, Begini Respons Jasa Marga

Mutu Beton Tol MBZ Disebut di Bawah Standar, Begini Respons Jasa Marga

Berita
Fitch dan Moody's Naikkan Rating Kredit Pakuwon Jadi BB+

Fitch dan Moody's Naikkan Rating Kredit Pakuwon Jadi BB+

Berita
Nih Tujuh Mal Terindah di Dunia, Ada yang Langit-langitnya Kaca Patri Luas

Nih Tujuh Mal Terindah di Dunia, Ada yang Langit-langitnya Kaca Patri Luas

Ritel
Pilih Tandon Air di Atas atau Bawah Tanah? Ini Plus Minusnya

Pilih Tandon Air di Atas atau Bawah Tanah? Ini Plus Minusnya

Tips
Ini Lima Negara Asal WNA Paling Banyak Incar Properti di Indonesia

Ini Lima Negara Asal WNA Paling Banyak Incar Properti di Indonesia

Berita
Tiga Kota Ini Paling Diminati WNA Saat Berburu Properti di Indonesia

Tiga Kota Ini Paling Diminati WNA Saat Berburu Properti di Indonesia

Berita
Tol Gilimanuk-Mengwi Dilelang Ulang, Basuki: Mudah-mudahan September Teken PPJT

Tol Gilimanuk-Mengwi Dilelang Ulang, Basuki: Mudah-mudahan September Teken PPJT

Berita
Antisipasi Perpindahan Ibu Kota, Jababeka Siapkan Konsep TOD City

Antisipasi Perpindahan Ibu Kota, Jababeka Siapkan Konsep TOD City

Hunian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com