Jakob Oetama: Saya dan PK Ojong Tidak Terpisahkan

Kompas.com - 27/09/2017, 22:33 WIB
Chairman Kompas Gramedia Jakob Oetama memberikan sambutan saat peresmian New Media Tower Universitas Multimedia Nusantara di Gading Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (8/9/2012). KOMPAS/WISNU WIDIANTOROChairman Kompas Gramedia Jakob Oetama memberikan sambutan saat peresmian New Media Tower Universitas Multimedia Nusantara di Gading Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (8/9/2012).
|
EditorHilda B Alexander

TANGERANG, KompasProperti - Gedung perkuliahan Universitas Multimedia Nusantara ( UMN) PK Ojong-Jakob Oetama Tower diresmikan pada Rabu, (27/9/2017).

Nama ini dipilih sebagai bentuk apresiasi UMN terhadap pendiri Kompas Gramedia (KG) dan UMN, PK Ojong dan Jakob Oetama.

Ketua Yayasan Multimudia Teddy Suryanto mengisahkan, ada cerita di balik pengajuan nama tersebut kepada Jakob yang dilakukan pada 2016 silam setelah UMN mendapat akreditasi A.

Saat itu, Jakob mengaku tidak ingin namanya disematkan sendirian melainkan harus bersama PK Ojong.

"Beliau (Jakob) komentar, 'saya dan Pak Ojong itu enggak terpisahkan'. Makanya namanya (PK Ojong-Jakob Oetama Tower) begitu," ujar Teddy, di Gading Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (27/9/2017).

Teddy menuturkan, ide Jakob untuk memiliki institusi pendidikan muncul pada 2002. Jakob ingin memiliki kampus dengan konsep khusus yakni 'new media'.

Fasad kulit ganda pada PK Ojong-Jakob Oetama Tower memungkinkan ruangan indoor tidak memerlukan AC.Antonius Wisnu Nugroho/Kompas.com Fasad kulit ganda pada PK Ojong-Jakob Oetama Tower memungkinkan ruangan indoor tidak memerlukan AC.
Inisiasi Jakob yang peduli terhadap pendidikan ini dinilai banyak pihak sebagai sebuah keniscayaan. Pasalnya, Jakob pernah mengajar di beberapa sekolah sebelum memutuskan menjadi wartawan.

Selain itu, Jakob dikelilingi sahabat yang memiliki latar belakang profesi guru dan ikut berperan dalam pembentukan sejumlah perguruan tinggi yang ada saat ini.

"Contohnya Ojong yang merintis Universitas Tarumanegara. Nama beliau juga ada di salah satu ruangan universitas ini," sebut Teddy.

Selain Ojong, lanjut Teddy, teman lama Jakob yakni Frans Seda juga turut membangun Universitas Atma Jaya.

Kemudian sahabat Jakob lainnya, IJ Kasimo merupakan penasihat dan pendiri Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM).  

"Waktu (Jakob) punya ide kampus, sah saja karena sahabat beliau sudah duluan. Tapi beliau ingin New Media," kata Teddy.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X