Sirkulasi udara juga menjadi perhatian kala merancang bangunan kampus tersebut. Ini terlihat dari keberadaan roof garden yang berada di beberapa lokasi gedung.
Tak hanya itu, terdapat beberapa cerobong yang memanfaatkan perbedaan tekanan udara, sehingga membuat basement tidak memerlukan exhaust fan.
Bangunan yang menjulang 138 meter tersebut dirancang menyerupai mata pena dengan fasad berlapis dan berkontur layaknya kode komputer yang melindungi gedung utama.
Dirancang oleh arsitek Budiman Hendropurnomo dari Architect Duta Cermat Mandiri.
Dia mengaku, bangunan utama memang dirancang layaknya sebuah pena. Bentuk ini merupakan abstraksi dari alat untuk menuliskan pikiran manusia yang berkembang.
Bentuk pena tersebut dilindungi ooleh fasad berlapis yang terbuat dari bahan metalik alumunium.
Fasad ini dirancang dengan perforasi digital acak sebagai gambaran dari media elektronik masa kini dan masa depan.
Budiman menyampaikan, fungsi utama dari fasad berlapis, selain menunjukkan keindahan arsitektur, juga memberikan bentuk layaknya lembaran koran berlapis.
Fungsinya adalah mengurangi paparan sinar matahari langsung serta meminimalisasi panas yang menyengat masuk ke dalam gedung hingga 40 persen.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.