Material-material modular tersebut lantas diangkat dengan menggunakan crane dan disusun untuk membentuk kerangka yang kuat. Sementara sentuhan terakhir, seperti pintu, nantinya akan ditambahkan setelahnya.
"Ini seperti konsep pabrikan mobil, tetapi untuk industri konstruksi," kata Markus Cheng.
Metode pembangunan dengan cara ini terbukti lebih efektif dan sangat populer di Singapura. Terbukti, otoritas bangunan gedung dan konstruksi negara itu aktif mendorong para pengembang untuk menggunakan metode PPVC.
Alasannya antara lain, teknik ini dapat menghemat biaya hingga 8 persen dan meningkatkan produktivitas hingga 40 persen dibanding dengan metode konstruksi tradisional.
Baca juga: Rumah Prefabrikasi Lebih Murah dan Ramah Lingkungan
Sejak tahun 2014, badan itu bahkan telah membuat prefabrikasi sebagai persyaratan untuk pengembangan di situs-situs tertentu.
Industri prefabrikasi pada awalnya berkembang di Eropa dan Amerika selama periode pasca perang.
Para perencana kota pada waktu itu menggunakannya untuk mengatasi kekurangan perumahan dengan cara cepat dan terjangkau. Namun saat ini, pasar konstruksi prefabrikasi lebih didominasi oleh negara-negara di Asia Pasifik.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.