Hingga Juli, PP Raih Kontrak Baru Rp 10,05 Triliun

Kompas.com - 27/08/2020, 17:23 WIB
RUPS PT PP (Persero) Tbk Dok. PT PP (Persero) TbkRUPS PT PP (Persero) Tbk

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PP (Persero) Tbk meraih kontrak baru senilai Rp 10,059 triliun per Juli.

Ini artinya, kontrak baru tersebut telah tercapai 40 persen dari total target hingga akhir tahun sebesar Rp 25,53 triliun.

"Di mana (kontrak baru) ini adalah pencapaian 40 persen dari target sampai akhir tahun sebesar Rp 25,53 triliun," tutur Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Novel Arsyad dalam Public Expose, Kamis (27/8/2020).

Novel mengungkapkan, pencapaian kontrak baru tersebut didominasi proyek dari Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) sebesar 45 persen, Pemerintah sebesar 31 persen, serta Swasta sebanyak 24 persen.

Berdasarkan tipe proyek kontrak baru tersebut dikontribusi dari beberapa sektor diantaranya, gedung sebesar 31 persen, minyak dan gas sebanyak 27 persen, power-plant sebesar 10 persen, irigasi dan jalan/ jembatan masing-masing 14 persen, serta lainnya 3 persen.

Baca juga: PT PP Bagi Dividen Rp 209 Miliar Awal Juli

Selain itu, pencapaian kontrak baru ini berasal dari induk Perseroan sebesar 87 persen dan sisanya berasal dari anak Perseroan.

Secara rinci, beberapa proyek baru yang berhasil diraih Perseroan sampai dengan Juli 2020 yaitu, Refinery Development Master Plan (RDMP) joint-operation sebesar senilai Rp 1,80 triliun, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pekanbaru sebesar Rp 1,26 triliun, dan Bogor Apartment sebesar Rp1,17 triliun.

Kemudian, Sirkuit Mandalika sebesar Rp 817 miliar, Sport Center Banten dengan nilai Rp 794
miliar, Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Alumina senilai Rp 660 miliar, RDMP Reguler Rp 576 miliar, Jalan Kendari-Toronipa Rp412 miliar, dan lain sebagainya. 

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PP (Persero) Tbk Agus Purbianto mengatakan, target kontrak baru hingga akhir tahun ini sebesar Rp 25,53 triliun telah mengalami revisi.

"Kami merencanakan kontrak baru sebesar Rp 43 triliun menjadi Rp 25,53 triliun," ucap Agus.

Sementara Penjualan Perseroan dipangkas menjadi Rp 17 triliun yang awalnya sebesar Rp 28 triliun.

Laba bersih Perseroan pun mengalami koreksi yang semula sebesar Rp 1,4 triliun menjadi Rp 122 miliar.

Agus memastikan, revisi target kinerja Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham mayoritas.

Meski begitu, pihaknya optimistis akan mengalami kenaikan signifikan pada bisnis Perseroan pada tahun 2021 mendatang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X