Cegah Banjir Tahunan, BBWS Bengawan Solo Bangun Tanggul di Desa Jono

Kompas.com - 25/08/2020, 18:49 WIB
Ground breaking tanda dimulainya pembangunan tanggul di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik, Selasa (25/8/2020). Dok. Humas Pemkab GresikGround breaking tanda dimulainya pembangunan tanggul di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik, Selasa (25/8/2020).

GRESIK, KOMPAS.com - Setiap tahun saat musim penghujan, Kali Lamong meluap. Akibatnya, sebagian rumah warga yang tinggal di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kerap tergenang banjir.

Kondisi ini yang sangat memprihatinkan ini tidak luput dari perhatian Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Untuk itu dilakukan pencegahan untuk meminimalisasi dampak banjir akibat meluapnya Kali Lamong pada waktu yang akan datang, BBWS Bengawan Solo merehabilitasi tanggul.

Tanggul ini berada di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Peletakan batu pertama atau ground breaking pekerjaan rehabilitasi dimulai Selasa (25/8/2020).

Tanggul ini sempat jebol pada tahun 2019 lalu. Akibatnya rumah warga terendam. Banjir ini bahkan sampai ke Kecamatan Duduksampeyan.

Baca juga: Antisipasi Banjir Berulang, Pemerintah Bangun Tanggul di Luwu Utara

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto berharap, pembangunan tanggul ini dapat memberikan manfaat dalam mengurangi bencana banjir di Desa Jono.

"Kami kira ini hanya sebagai bantuan pemanasan awal, yang nantinya akan diikuti dengan bantuan pembangunan lebih besar," ujar Sambari dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com

Terkait program normalisasi Kali Lamong untuk pencegahan banjir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah menyelesaikan kajian Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) tahap satu.

"Kami menargetkan kajian ini selesai akhir tahun 2020. Kami telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan tanah sebesar Rp1 50 miliar," kata Sambari.

Lahan yang dibebaskan seluas 149 hektar. Jika pembebasan lahan dilakukan dengan cepat, maka proyek normalisasi Kali Lamong dapat dilakukan segera oleh BBWS Bengawan Solo.

Perwakilan BBWS Bengawan Solo Isdianto mengatakan kesiapannya dan mengapresiasi peran Pemkab Gresik.

"Karena inisiatif Pemkab Gresik, pembangunan lumbung air seperti di Desa Sukodono, Panceng, Gresik, dapat terlaksana dengan baik," ucap Isdianto.

Adapun total panjang Kali Lamong mencapai 103 kilometer. Sementara kali yang melintasi wilayah Gresik mencapai 58 kilometer.

Wilayah yang dilintasi adalah Kecamatan Balongpanggang, Menganti, Kedamean, Benjeng, Cerme hingga Kebomas.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X