Tak Hanya Jakarta, Perkantoran Asia Pasifik Anjlok 56 Persen

Kompas.com - 19/08/2020, 14:54 WIB
Massa pro-democrasi berkumpul dalam demonstrasi di pusat kota Hong Kong, 29 September 2014. Demonstrasi dilakukan untuk menentang keputusan pemerintah Beijing yang meniadakan pemilihan langsung untuk penguasa wilayah Hongkong pada 2017. AFP PHOTO / AARON TAMMassa pro-democrasi berkumpul dalam demonstrasi di pusat kota Hong Kong, 29 September 2014. Demonstrasi dilakukan untuk menentang keputusan pemerintah Beijing yang meniadakan pemilihan langsung untuk penguasa wilayah Hongkong pada 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 memaksa sektor perkantoran di seluruh kawasan Asia Pasifik makin tertekan.

Menyusul laporan Colliers International yang menunjukkan tingkat serapan pada kuartal II-2020 anjlok 56 persen di 19 pasar perkantoran Asia Pasifik.

Tekanan berat tak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di Singapura, Seoul, Tokyo, Bangalore, Hong Kong, dan China, yang ditandai dengan penyerapan negatif.

Secara aktual, permintaan juga berada di bawah tekanan meskipun Colliers memproyeksikan Asia Pasifik akan mengalami peningkatan secara bertahap hingga akhir tahun.

Khusus China, sebagai episenter pertama kali Covid-19 menyebar, permintaan juga merosot drastis 41 persen menjadi 4,03 juta meter persegi.

Baca juga: Grup Mulia Kuasai 6,2 Persen Perkantoran di CBD Jakarta

Direktur Eksekutif Riset Colliers International Asia Pasifik Andrew Haskins mengatakan, secara keseluruhan, pasar perkantoran Asia Pasifik berada di bawah tekanan dengan rendahnya permintaan dan tingginya pasokan baru.

"Kondisi ini memberikan kesempatan kepada pengelola dan pemilik perkantoran memberikan penawaran bagus kepada penyewa. Seperti halnya di pusat Kota Hong Kong, Shanghai, dan Shenzhen," kata Haskins dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (19/8/2020).

Colliers memperkirakan pasokan besar akan terjadi pada tahun 2020 dan 2021, dengan agregat baru pada kuartal II setara dengan sekitar tiga kali tingkat serapan.

Kota-kota di India seperti Delhi dan Bangalore merupakan pendorong utama pasokan baru, selain CBD Melbourne, Tokyo, dan Seoul yang juga terhitung kuat.

Colliers mengharapkan pasokan ruang kantor Asia Pasifik secara agregat menjadi 2,8 kali penyerapan pada tahun 2020.

Baca juga: Sektor Perkantoran Jakarta Merana, Serapan Negatif, Harga Sewa Turun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X