Tahun Ini, Pemerintah Bangun 5 Bendungan Baru

Kompas.com - 01/08/2020, 13:00 WIB
Bendungan Sepaku Semoi, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRBendungan Sepaku Semoi, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun lima bendungan baru di sejumlah provinsi di Indonesia tahun ini.

Pembangunan bendungan baru ini dilakukan untuk memenuhi target ketahanan air dan pangan secara nasional, khususnya penyediaan air baku sebesar 54,81 meter kubik per detik pada tahun 2024 mendatang.

Bendungan baru tersebut yakni, Bendungan Tiu Suntuk di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Sepaku Semoi di Kalimantan Timur, Bendungan Jragung di Jawa Tengah, Bendungan Ameroro di Sulawesi Selatan, serta Bendungan Budong-budong di Sulawesi Barat.

Dua bendungan telah terkontrak yakni Bendungan Tiu Suntuk dan Bendungan Sepaku Semoi, sisanya sedang dalam proses lelang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan.

Kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian, bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip Kompas.com dari laman Kementerian PUPR, Sabtu (1/8/2020).

Bendungan Tiu Suntuk berada di Desa Mujahidin, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan total sebesar 56 juta meter kubik dengan luas genangan 337 hektar.

Groundbreaking Bendungan Tiu Suntuk pun sudah dilakukan pada Februari 2020 dan ditargetkan selesai pada tahun 2023.

Baca juga: Proyek Bendungan Dekat Makam Leluhur Ini Ditargetkan Rampung 2021

Pembangunan bendungan ini dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (NTB) dengan kontraktor PT Nindya Karya-PT Bahagia Bangun Nusa KSO untuk paket I senilai Rp 650 miliar.

Bendungan Tiu Suntuk dapat menyuplai air irigasi seluas 1,743 hektar dan air baku Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 68 liter per detik.

Kemudian, Bendungan Tiu Suntuk juga memberikan potensi energi listrik sebesar 0,81 MW, retensi banjir 425,68 meter kubik per detik, serta fungsi tambahan sebagai konservasi sumber daya air, pariwisata, dan perikanan darat.

Selanjutnya, Bendungan Sepaku Semoi yang berlokasi di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Bendungan ini memiliki daya tampung sebesar 11 juta meter kubik dengan luas genangan 232,51 hektar.

Kehadiran Bendungan Sepaku Semoi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air baku di Kota Balikpapan sebesar 2.500 liter per detik.

Pembangunan bendungan senilai Rp 711 miliar ini dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III dengan kontraktor PT Brantas Abipraya.

Kemudian, Bendungan Jragung yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini memiliki kapasitas tampung 90 juta meter kubik per detik dengan luas genangan 503,1 hektar.

Bendungan ini ditargetkan selesai pada tahun 2024 dan memberikan manfaat untuk menyuplai air irigasi seluas 6.435 hektar, air baku 1.000 liter per detik, dan mereduksi banjir sebanyak 68 persen. Biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 2,72 triliun.

Selanjutnya, Bendungan Ameroro di Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Selatan memiliki kapasitas tampung 55,12 juta meter kubik dan luas genangan 244,06 hektar.

Baca juga: Demi Ketahanan Pangan Nasional, Proyek Bendungan Cipanas Dikebut

Pembangunan bendungan yang ditargetkan selesai pada tahun 2023 ini bermanfaat untuk air irigasi seluas 1.460 hektar, reduksi banjir 584 meter kubik per detik, air baku 511 liter per detik dan penyediaan potensi energi listrik sebesar 1,3 MW.

Adapun estimasi anggaran pembangunan Bendungan Ameroro ini sebesar Rp 1,62 triliun.

Bendungan Budong-budong yang akan dibangun di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat memiliki kapasitas tampungan 65 juta meter kubik dengan manfaat suplai air irigasi seluas 3.500 hektar, reduksi banjir 106,76 meter kubik per detik.

Kemudian, menyuplai air baku sebanyak 410 liter per detik dan penyediaan potensi energi listrik sebesar 0,6 MW. Biaya pembangunan bendungan ini sebesar Rp 1,34 triliun.

Pada tahun 2020, Kementerian PUPR telah menyelesaikan dua pembangunan bendungan yaitu Bendungan Tukul di Pacitan dan Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan.

Bendungan Tukul memiliki kapasitas tampung 8,68 juta meter kubik untuk menyuplai irigasi seluas 600 hektar dan air baku 300 liter per detik.

Sementara Bendungan Tapin memiliki kapasitas tampung 56,77 juta meter kubik untuk suplai air irigasi seluas 5.472 hektar.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X