Kompas.com - 19/07/2020, 21:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Demi dapat bertahan di tengah krisis akibat Pandemi Covid-19, pemilik mal pun bersiasat mencari terobosan baru.

Satu di antaranya adalah menyulap tempat parkir sebagai sumber pendapatan yang lebih besar untuk disewakan.

Hal ini dilakukan oleh Brookfield Properties yang telah meneken perjanjian dengan perusahaan hiburan Kilburn Live untuk mengubah tempat parkir di sejumlah mal di Amerika Serikat menjadi bioskop drive-in.

Bioskop ini menyajikan pemutaran film dan konser virtual, dengan banyak konsumen yang mencari aktivitas luar ruang selama Covid-19 berlangsung.

Sejauh ini, teater drive-in tersebut berada di lima lokasi Brookfield yakni di Denver, Dallas, Houston, Minneapolis dan Woodbridge, New Jersey.

Baca juga: Mal Ciputra Tangerang Rp 1 Triliun, Resmi Beroperasi

Terobosan baru ini sebenarnya dipicu oleh banyaknya sinema atau bioskop yang terpaksa menghentikan operasinya untuk sementara, menyusul instruksi penutupan sejumlah mal.

Di California, misalnya, Gubernur Gavin Newsom telah memerintahkan mal-mal ditutup kembali pada minggu ini di 30 wilayah yang mewakili 80 persen populasi dengan kasus Covid-19 yang terus meningkat.

Sementara di sisi lain, mal-mal di New York membutuhkan sistem udara berkualitas tinggi yang dapat menyaring virus corona sebelum dibuka kembali atas instruksi Gubernur Andrew Cuomo.

Di samping itu, banyak konsumen juga tetap berhati-hati dalam pendekatan mereka untuk kembali ke toko, restoran, dan tempat hiburan.

Bahkan ketika ruang bioskop diizinkan untuk beroperasi kembali, warga tetap mencari sesuatu yang baru di luar ruangan, di mana jarak sosial lebih mudah dilakukan.

Oleh karena itu, Brookfield melengapi teater drive-in ini dengan Sejumlah kios makanan agar pengunjung bisa makan sambil menonton film.

President Masson Asset Management Elliot Nassim menganggap fenomena ini bermuara pada prinsip properti.

Baca juga: 5 Mal Mewah di Jakarta Pilihan Para Sultan

"Jika Anda memiliki properti yang baik, Anda memiliki potensi untuk berbuat banyak," kata Elliot seperti yang dikutip Kompas.com dari CNBC, Minggu (19/7/2020).

"Kami memiliki seluruh tim penyewaan khusus yang sekarang hanya fokus pada tempat parkir dan pendapatan tambahan," kata Elliot.

Sumber pendapatan baru dari tempat parkir ini kemungkinan akan menjadi andalan dan  penyelamat bagi pemilik mal dalam menghadapi kenyataan banyaknya tenant yang menunggak biaya sewa.

Seperti yang dialami Simon Property Group. Pemilik mal terbesar di Negeri Paman Sam ini terpaksa menuntut Gap Inc. karena tidak membayar sewa.

Sementara sejumlah tenant lain menggunakan peluang pandemi untuk menegosiasikan kembali harga sewa guna mendapatkan kesepakatan yang lebih baik.

Adapun tenant  yang menutup toko secara permanen, diketahui telah mengajukan kebangkrutan seperti J.C. Penney, RTW Retailwinds dan Brooks Brothers.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNBC


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.