Jasa Marga Dukung Penerapan Sistem Transaksi MLFF, Asal E-TLE Dijalankan

Kompas.com - 19/07/2020, 20:26 WIB
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur. Dok. PT Jasa Marga (Persero) TbkDirektur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendukung rencana Pemerintah dan siap menerapkan sistem transaksi tol non-tunai nirsentuh berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF).

Dukungan ini disampaikan karena menurut Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur, rencana Pemerintah ini bertujuan untuk meningkatkan layanan bagi masyarakat pengguna jalan tol.

"Pada prinsipnya, kami mendukung," ucap Subakti kepada Kompas.comMinggu (19/7/2020).

Kendati demikian, lanjut dia, sebelum sistem transaksi tol non-tunai nirsentuh berbasis MLFF ini diterapkan, Kepolisian harus terlebih dulu memberlakukan electronic traffic law enforcement alias E-TLE di seluruh wilayah yang sudah dilengkapi infrastruktur jalan tol.

Baca juga: 31 Investor Ikut Pra-kualifikasi Lelang Sistem Transaksi Tol MLFF

Untuk diketahui, Jasa Marga merupakan pengelola dan pemegang konsesi 531 kilometer atau 76 persen total panjang jalan tol di Indonesia.

"Oleh karena itu, harus ada law enforcment-nya dari kepolisian, karena penerapan sistem ini kan melibatkan kepolisian. E-TLE harus sudah berjalan dulu," ucap Subakti.

Sejatinya, Jasa Marga telah melakukan uji coba terbatas implementasi sistem transaksi tol non-tunai nirsentuh berbasis Single Lane Free Flow (SLFF) with barrier di jalan Tol Bali Mandara.

Rencananya SLFF ini akan diteruskan tanpa barrier setelah integrasi data pribadi atau single identity atas kepemilikan kendaraan pribadi sudah berjalan dengan baik.

Uji coba secara internal non-komersial juga dilakukan pada Juli ini di Tol Jabodetabek sebagai tahap awal persiapan uji coba MLFF agar lebih dahulu memahami kelebihan dan kekurangan teknologi MLFF.

Baca juga: BPJT Pastikan Tarif Tol Tak Berubah Saat Sistem Transaksi MLFF Diterapkan

Selain itu, dia memastikan, Jasa Marga akan mengikuti sistem terbaik yang ditetapkan oleh Pemerintah dengan catatan tetap mendukung bisnis jalan tol yang sudah berjalan.

"Sebagai terobosan teknologi digital di bidang pelayanan transaksi jalan tol, kami berharap sistem ini bisa memberi nilai tambah. Biaya operasional harus lebih efisien, dan dapat meningkatkan layanan transaksi pengguna tol," pungkas Subakti.

 

 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X