Terganjal Sengketa, Lahan Tol Cisumdawu Dipastikan Beres Oktober 2020

Kompas.com - 19/07/2020, 11:26 WIB
Mentor Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil meninjau pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Sabtu I18/7/2020). Kementerian ATR/BPNMentor Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil meninjau pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Sabtu I18/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadaan tanah Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan ( Cisumdawu) ditargetkan selesai pada Oktober tahun 2020, menyusul sengketa tanah di beberapa seksi pengembangan.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil memastikan hal itu, saat meninjau lokasi pembangunan tol tersebut, Sabtu (18/07/2020).

Meski demikian, Sofyan mengakui, sejumlah kendala tersebut menghambat proses pengadaan tanah Tol Cisumdawu, namun dia yakin seluruh kendala dapat diselesaikan.

"Memang ada hambatan dalam pembebasan tanah dalam proyek tol ini, tetapi bisa kita selesaikan," ujar Sofyan.

Oleh karena itu, dia optimistis, pembangunan jalan bebas hambatan ini akan selesai pada tahun 2021, dan dapat menjadi akses menuju bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka.

Baca juga: Ini Alasan Perlunya Terowongan di Tol Cisumdawu dan MRT

Sementara, Tenaga Ahli Menteri ATR/Kepala BPN Arie Yuriwin dalam kesempatan yang sama mengatakan, kegiatan pengadaan tanah dapat terhambat apabila tanah yang akan dibebaskan berstatus tanah sengketa.

"Sengketa tanah yang ditemui dalam proses pembebasan tanah dalam proyek pembangunan Tol Cisumdawu sudah kami komunikasikan dengan Mahkamah Agung dan sudah ada solusi dari mereka," ungkap Arie.

Kakanwil BPN Provinsi Jawa Barat Yusuf Purnama mengungkapkan, program pengadaan tanah Tol Cisumdawu memang sudah ditargetkan oleh Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat rampung tahun ini.

Namun, karena ada kendala sengketa tanah, salah satunya di Pasar Resik, harus diselesaikan melalui komunikasi lintas instansi.

"Kendala berupa sengketa tanah yang ada di beberapa seksi pengadaan tanah, salah satunya di Pasar Resik, untuk penyelesaiannya sudah ada komunikasi dengan Mahkamah Agung dan harapannya tidak ada salah langkah dalam penyelesaiannya," imbuh dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X