Percepat Padat Karya Tunai, Pemerintah Kucurkan Rp 328 Miliar Entaskan Kota Kumuh

Kompas.com - 30/06/2020, 15:13 WIB
Pada tahun ini, program Kotaku diselenggarakan di 364 kelurahan di seluruh Indonesia. Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRPada tahun ini, program Kotaku diselenggarakan di 364 kelurahan di seluruh Indonesia.


JAKARTA, KOMPAS.com -
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pecepatan program Padat Karya Tunai (PKT) melalui Program Kota Tanpa Kumuh ( Kotaku).

Dia menambahkan, program ini merupakan bagian dari percepatan Program Padat Karya Tunai (PKT), yang bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat Pandemi Covid-19.

Kotaku merupakan program perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh di perkotaan melalui pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan guna mendukung program 100-0-100 yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Baca juga: Proyek Kotaku Dianggap Hanya Menggusur Permukiman Kumuh

Pada tahun ini, program Kotaku diselenggarakan di 364 kelurahan di seluruh Indonesia. Adapun anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 382 miliar.

Keberadaan program ini diklaim dapat menyerap 12.979 tenaga kerja.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian PUPR dan pemerintah daerah dalam mendorong dan memberdayakan masyarakat setempat sebagai pelaku pembangunan.

"Setiap tahapan pelaksanaan Program Padat karya dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19 seperti menjaga fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan," kata Basuki seperti dikutip Kompas.com dari laman resmi Kementerian PUPR, Selasa (30/6/2020).

Pelaksanaan program ini berpotensi menyerap 613.483 tenaga kerja. Hingga saat ini, pelaksanaan PKT telah mencapai 23,9 persen atau Rp 2,7 triliun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X