Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dapat Pinjaman Bank Dunia Rp 1,58 Triliun, Pemerintah Tata DAS Citarum

Kompas.com - 22/06/2020, 12:24 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan sejumlah infrastruktur dalam rangka pengendalian pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Provinsi Jawa Barat terus dilakukan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, seperti dikutip dari laman Kementerian PUPR, Senin (22/6/2020) mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Citarum Harum.

Menurut Basuki, penataan DAS Citarum dilakukan secara terpadu mulai dari perbaikan atau normalisasi badan sungai, peningkatan kapasitas sungai dengan pembangunan terowongan.

Kemudian pembangunan permukiman baru bagi warga yang direlokasi, pembangunan fasilitas pengolahan air limbah dan sampah permukaan, serta penegakan hukum.

Khusus penanganan sampah, pemerintah melakukan penandatanganan perjanjian pinjaman dengan World Bank sebesar 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,58 triliun.

Baca juga: Ini Upaya Pemerintah Kendalikan Banjir di Hulu Citarum

Nantinya, hasil dari kegiatan tersebut akan digunakan untuk melaksanakan Program Improvement of Solid waste Management Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP).

Dana itu akan dimanfaatkan untuk membangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) skala kota dan pengadaan armada pengangkut sampah dengan anggaran 77 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,2 triliun.

Program ini dilaksanakan untuk mendukung pengelolaan sampah di wilayah Regional Metro Bandung (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat) dan Non-Metro Bandung (Kabupaten Cianjur, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi).

Hingga saat ini, sudah ada lahan siap di 177 lokasi dari total rencana penanganan sebanyak 77 lokasi.

Sementara upaya lainnya dirancang terkait dengan pengelolaan sumber daya air, melakukan pengelolaan limbah cair dan padat di sepanjang sungai dan permukiman, serta pengendalian banjir di wilayah hilir.

Guna mendukung program ini, sejumlah infrastruktur telah dibangun, seperti normalisasi kali mati atau oxbow di lima lokasi yakni Kali Mati Dara ulin, Mahmud, Bojong Soang, Sapan, dan Cisangkuy.

Penyelenggaraan normalisasi kali mati ini menelan anggaran Rp 33,8 miliar.

Selanjutnya, ada pembangunan kolam retensi Cieunteung di Kecamatan Baleendah seluas 4,75 hektar. Pembangunannya sudah diselesaikan pada tahun 2018.

Kolam ini disebut dapat menampung 190.000 meter kubik air yang dilengkapi dengan tiga unit pompa pengendali banjir dan satu unit pompa harian.

Menurut Basuki, kolam retensi tersebut mampu mengurangi debit banjir Citarum yang kerap menggenangi daerah Baleendah dan Dayeuh Kolot.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Hingga 30 April, Tiket KA dari Surabaya dan Malang Diskon 20 Persen

Hingga 30 April, Tiket KA dari Surabaya dan Malang Diskon 20 Persen

Berita
Ketua Dewan Kawasan Aglomerasi DKJ Ditunjuk oleh Jokowi

Ketua Dewan Kawasan Aglomerasi DKJ Ditunjuk oleh Jokowi

Berita
Siap-siap, Bangunan Liar di Puncak Bogor Bakal Digusur

Siap-siap, Bangunan Liar di Puncak Bogor Bakal Digusur

Berita
Resmikan Bandara Panua Pohuwato, Jokowi: Kalau Tidak Punya, Kita Kalah Saing

Resmikan Bandara Panua Pohuwato, Jokowi: Kalau Tidak Punya, Kita Kalah Saing

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Ciamis: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Ciamis: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Daerah yang Masuk Kawasan Aglomerasi DKJ Bisa Dapat Suntikan APBN

Daerah yang Masuk Kawasan Aglomerasi DKJ Bisa Dapat Suntikan APBN

Berita
Lahan Eks-HGU 250 Hektar di Ciawi Diserahkan kepada Masyarakat

Lahan Eks-HGU 250 Hektar di Ciawi Diserahkan kepada Masyarakat

Berita
Usai Tak Jadi Ibu Kota, Pembangunan di Jakarta Berbasis Kawasan Aglomerasi

Usai Tak Jadi Ibu Kota, Pembangunan di Jakarta Berbasis Kawasan Aglomerasi

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Garut: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Garut: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Incar Pasar Lokal dan Asing, Vila Mewah di Bali Ditawarkan Rp 7,5 Miliar

Incar Pasar Lokal dan Asing, Vila Mewah di Bali Ditawarkan Rp 7,5 Miliar

Hunian
IKEA Kembali Rilis Produk Lawas, Karya 4 Desainer asal Swedia

IKEA Kembali Rilis Produk Lawas, Karya 4 Desainer asal Swedia

Interior
Hilangkan Bau Tak Sedap dari Wastafel dengan 5 Langkah Ini

Hilangkan Bau Tak Sedap dari Wastafel dengan 5 Langkah Ini

Tips
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Purwakarta: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Purwakarta: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Karawang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Karawang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Segera Rampung, Ini Progres Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Jambi

Segera Rampung, Ini Progres Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Jambi

Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com