Ini Upaya Pemerintah Kendalikan Banjir di Hulu Citarum

Kompas.com - 29/01/2020, 09:00 WIB
Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pengendali banjir hulu Sungai Citarum. Rosiana Haryanti/Kompas.comTerowongan Nanjung di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pengendali banjir hulu Sungai Citarum.

BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, konstruksi Terowongan Nanjung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilakukan dalam waktu dua tahun.

Terowongan ini dibangun untuk mengendalikan banjir yang kerap terjadi di kawasan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.

Adapun proses pembangunannya dimulai pada tahun 2017 dan selesai pada 2019. Menurut Basuki, keberadaan terowongan kembar ini memang belum bisa menghilangkan banjir di Baleendah.

Baca juga: Rabu Pagi, Presiden Resmikan Terowongan Nanjung

Akan tetapi, dengan beroperasinya infrastruktur tersebut, diharapkan dapat mengurangi luasan wilayah yang terdampak banjir.

"Sekarang masih banjir di Baleendah, tetapi luas banjir jadi kecil, dari 400-an hektar menjadi 80-an hektar di Baleendah," ucap Basuki usai melakukan inspeksi Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung, Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, banjir di Baleendah terjadi karena aliran air Sungai Citarum tertahan oleh Curug Jompong. Namun ia mengaku tidak bisa menghilangkan area tersebut karena merupakan situs bersejarah.

Untuk itu, Pemerintah kemudian memutuskan membangun terowongan guna memperlancar aliran Sungai Citarum di Curug Jompong.

Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pengendali banjir hulu Sungai Citarum.Rosiana Haryanti/Kompas.com Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pengendali banjir hulu Sungai Citarum.
Basuki menuturkan, saat ini Kementerian PUPR fokus melakukan pembenahan dan pengendalian banjir di hulu Sungai Citarum dengan membangun berbagai infrastruktur.

Selain Terowongan Nanjung, infrastruktur lainnya adalah retarding basin atau kolam retensi Cieunteung.

Kemudian melakukan pembangunan kolam retensi Gedebage seluas 7,7 hektar dan floodway atau sodetan Cisangkuy. Selain itu akan ada tujuh buah kolam lain yang mampu menampung air.

"Kami sedang mengerjakan sistem pengendalian banjir di hulu ini dengan melakukan pengerukan-pengerukan, dengan normalisasi Kali Citarum," kata dia.

Apabila pembenahan hulu rampung, fokus berikutnya adalah mengendalikan banjir muara Sungai Citarum atau di hilir Muara Gembong dengan membangun bendungan di Sungai Cibeet.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nongsa D-Town Diresmikan, Ada Pusat Film dan Animasi Ala Hollywood

Nongsa D-Town Diresmikan, Ada Pusat Film dan Animasi Ala Hollywood

Berita
Daliana Suryawinata, Satu-satunya Arsitek Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar Architizer A+A Awards

Daliana Suryawinata, Satu-satunya Arsitek Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar Architizer A+A Awards

Arsitektur
Saltmine Raup Pendanaan Seri A Senilai Rp 285 Miliar

Saltmine Raup Pendanaan Seri A Senilai Rp 285 Miliar

Perkantoran
Perluas Jangkauan Pasar, ACP Tunjuk Travelio Kelola LRT City Ciracas

Perluas Jangkauan Pasar, ACP Tunjuk Travelio Kelola LRT City Ciracas

Apartemen
Tingkatkan Minat Baca, Lotte Renovasi Tiga Perpustakaan Sekolah di Jakarta

Tingkatkan Minat Baca, Lotte Renovasi Tiga Perpustakaan Sekolah di Jakarta

Fasilitas
Setelah PPN, Pengembang Minta BPHTB Diturunkan Jadi 2,5 Persen

Setelah PPN, Pengembang Minta BPHTB Diturunkan Jadi 2,5 Persen

Berita
Krakatau Bandar Samudera dan KAI Siapkan Infrastruktur Logistik Terintegrasi

Krakatau Bandar Samudera dan KAI Siapkan Infrastruktur Logistik Terintegrasi

Kawasan Terpadu
Pertama Kali dalam Sejarah Beli Rumah Bebas PPN, REI: Harus Dimanfaatkan Konsumen

Pertama Kali dalam Sejarah Beli Rumah Bebas PPN, REI: Harus Dimanfaatkan Konsumen

Berita
Mata Air Hilang akibat Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Ini Tanggapan KCIC

Mata Air Hilang akibat Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Ini Tanggapan KCIC

Berita
Masuki Tahap Akhir, Konstruksi Tol Cengkareng-Kunciran Tuntas Maret 2021

Masuki Tahap Akhir, Konstruksi Tol Cengkareng-Kunciran Tuntas Maret 2021

Berita
Restorative Justice Tata Ruang Diterapkan, Ahli: Berkaitan dengan Pemulihan

Restorative Justice Tata Ruang Diterapkan, Ahli: Berkaitan dengan Pemulihan

Kawasan Terpadu
[POPULER PROPERTI] Lintasan Balap MotoGP The Mandalika Mulai Diaspal

[POPULER PROPERTI] Lintasan Balap MotoGP The Mandalika Mulai Diaspal

Berita
Pemerintah Terapkan Restorative Justice bagi Pelanggar Tata Ruang, Apa Itu?

Pemerintah Terapkan Restorative Justice bagi Pelanggar Tata Ruang, Apa Itu?

Kawasan Terpadu
PPN Rumah Rp 2 Miliar-Rp 5 Miliar Didiskon Pemerintah 50 Persen

PPN Rumah Rp 2 Miliar-Rp 5 Miliar Didiskon Pemerintah 50 Persen

Berita
Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur Insentif Sektor Hotel, Kafe dan Restoran

Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur Insentif Sektor Hotel, Kafe dan Restoran

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X