Upaya 6 Raksasa Sulap Bekasi dari Kawasan Industri Jadi Tujuan Investasi

Kompas.com - 12/06/2020, 08:00 WIB
Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tampak sepi setelah ditutup pada kedua arah, Sabtu (2/5/2020). Penutupan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama masa mudik Idul Fitri 1441 H. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOJalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tampak sepi setelah ditutup pada kedua arah, Sabtu (2/5/2020). Penutupan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama masa mudik Idul Fitri 1441 H.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Bekasi. Siapa tak kenal kawasaan ini? Kendati sempat popular di media sosial dengan olok-olok "planet Bekasi" yang hanya bisa ditempuh dengan roket, namun kawasan ini terbukti bukan lagi "halaman belakang" Ibu Kota Jakarta.

Kawasan Bekasi, baik kota maupun kabupaten, mengalami perubahan fisik signifikan yang didorong pembangunan infrastruktur yang demikian masif.

Sebagaimana dikatakan Ketua Umum AREBI Lukas Bong, bahwa Bekasi yang maju pesat tak lepas dati infrastruktur yang dibangun secara besar-besaran.

Bukan sembarang infrastruktur, melainkan sekelas proyek strategis nasional (PSN). Sebut saja Light Rail Transit (LRT) Trase Bekasi-Cawang, Kereta Cepat Jakarta Bandung, Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, dan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan. 

PSN tersebut dibangun untuk meningkatkan daya saing, mendukung mobilitas masyarakat, barang, dan jasa serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: 6 Developer Sepakat Bentuk Komite Koridor Timur Jakarta

Mudah dimafhumi, mengapa pengembangan infrastruktur demikian masif, hal ini karena  Bekasi merupakan kontributor mayoritas perekonomian Nasional.

Lebih dari 70 persen di antaranya disumbangkan Kawasan Bekasi dari total 60 persen aktivitas perekonomian Koridor Timur Jakarta.

Padahal sebelumnya, kawasan dengan total populasi sekitar 5 juta jiwa ini beken dengan imej kriminalitas, kumuh, kotor, dan berpolusi yang disebabkan banyaknya pabrik dengan kategori heavy industry.

Untuk mengubah citra ini, sejumlah enam pengembang raksasa sepakat membentuk Komite Koridor Timur Jakarta, yang secara resmi dipublikasikan pada 10 Oktober 2019.

Keenam pengembang itu adalah PT Summarecon Agung Tbk, PT Jababeka Tbk, PT Lippo Cikarang Tbk, PT Sirius Surya Sentosa, PT Pollux Properti Indonesia Tbk, serta PT PP Properti Tbk.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X