Konsep rumah tumbuh disebut dapat digunakan kembali untuk pembangunan ruang isolasi atau ruangan lain sesuai kebutuhan pemilik hunian.
Fitur gudang makanan atau lumbung juga mendukung prinsip-prinsip permakultur dan konsep ekonomi melingkar.
Kehadiran lumbung makanan ini memastikan stabilitas ekonomi pasangan dan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari mereka, serta lingkungan secara mandiri.
Selain mengutamakan sikap ''berdikari" untuk bertahan hidup secara mandiri, tim ini juga mempertimbangkan kesehatan mental para keluarga yang menggunakan desain Atidesa.
Baca juga: Stadion Papua Bangkit Masuk Nominasi Stadium of The Year
Untuk memastikan kesejahteraan mental dan fisik pasangan, ada taman di rumah yang juga menyaring air hujan sebelum diproses untuk digunakan di gudang atau dikirim ke drainase.
Uniknya, pada rumah Atidesa ini juga terdapat ruang berolahraga dan hidup sehat seperti tersedianya jaring-jaring, sirkulasi udara yang baik, cahaya matahari yang cukup.
"Desain ini membuktikan bahwa ilmu arsitektur juga mampu mewadahi orang untuk bisa berolahraga, bukan hanya menciptakan ruang gym, tapi ternyata dengan memberikan mezanine dan alat gantung untuk bergelantungan, atau jaring-jaring yang juga bisa memberikan ruang latihan untuk manusia," tuntas Vinsensius.
Atidesa mengalahkan karya desain lainnya dari Malaysia, India, dan Filipina.
Sebagai pemenang kedua, terpilih karya berjudul Spacey Flex House oleh Veronica Tan Yen Ching dari Malaysia.
Sementara juara ketiga yakni peserta yang berasal dari India bernama Adish Patni dengan karyanya yang berjudul House Humane.
Juara keempat Rien Tan Kwon Chong dan Howie Lam Chee Hau dengan karya yang berjudul Wanderlust. Mereka berasal dari Malaysia.
Kelima terbaik diraih oleh peserta dari Filipina bernama Jerica Rivera dan Almer Viado dengan karyanya yang berjudul Rumah Terrasafe.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.