Atidesa, Rumah Pandemi Karya Arsitek Indonesia Terbaik di Asia

Kompas.com - 28/05/2020, 18:14 WIB
Desain rumah Atidesa dibentuk sebagai desain rumah pascapandemi yang cocok dengan budaya Indonesia yang mengutamakan gotong royong dan fleksibelitas. Desain ini menjadi pemenang sayembara yang diselenggarakan oleh ACYA-YYAF #WFH Workshop 2020 Dok.VinseniusDesain rumah Atidesa dibentuk sebagai desain rumah pascapandemi yang cocok dengan budaya Indonesia yang mengutamakan gotong royong dan fleksibelitas. Desain ini menjadi pemenang sayembara yang diselenggarakan oleh ACYA-YYAF #WFH Workshop 2020

JAKARTA, KOMPAS.com - Manusia sebagai makhluk yang memiliki kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama dalam bertahan hidup, terlebih di tengah pandemi.

Pandemi Covid-19 yang masih belum sepenuhnya berakhir, dianggap sebagai salah satu pandemi yang mencetak sejarah dan kebiasaan baru.

Manusia pun dipaksa harus dapat beradaptasi dan hidup berdampingan dengan pandemi. Termasuk dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal.

Fenomena itulah yang mendorong sejumlah arsitek yang tergabung dalam Komite Architects Regional Council Asia (Arcasia), Arsitek Muda (ACYA), dan Forum Arsitek Muda Yogyakarta (YYAF), menggelar kompetisi desain.

Tema dari ACYA-YYAF #WFH Workshop 2020 adalah mendesain rumah impian yang merespon situasi pandemi.

Kompetisi ini terbuka untuk para arsitek di bawah usia 41 dari negara-negara anggota Arcasia.

Dari 186 karya desain yang masuk dan telah dinilai oleh beberapa juri mancanegara, finalis terbaik pertama diraih Vinsensius Gilrandy Santoso dan Sri Rahma Apriliyanthi dengan karya berjudul Atidesa.

Baca juga: Lima Arsitek Asia Ciptakan Desain Rumah untuk Situasi Pandemi

Kedua arsitek yang masih berusia 24 tahun ini mengaku tidak menyangka telah menjadi finalis terbaik pertama dari 186 desain karya arsitek dari 10 negara di Asia.

Hal ini karena karya desain dari berbagai negara lain juga memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing.

"Kami tidak menyangka atas penghargaan ini, desain ini bahkan kami buat dalam waktu 10 hari menjelang penutupan sayembara. Pembuatannya pun secara virtual karena kami berdua terpisah jarak jauh, saya di Solo dan Sri di Bandung," tuturnya kepada Kompas.com, Kamis (28/5/2020).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X