"Department Store" Paling Menderita karena Corona

Kompas.com - 21/05/2020, 07:00 WIB
Pengunjung melintas di dalam pusat perbelanjaan TSM Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/03/2020). Imbauan untuk menghindari keramaian guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran COVID-19 berdampak pada sepinya jumlah pengunjung di sejumlah pusat perbelanjaan. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAPengunjung melintas di dalam pusat perbelanjaan TSM Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/03/2020). Imbauan untuk menghindari keramaian guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran COVID-19 berdampak pada sepinya jumlah pengunjung di sejumlah pusat perbelanjaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengungkapkan, department store merupakan satu-satunya jenis ritel yang paling terdampak langsung akibat Pandemi Covid-19.

Akibatnya, ritel jenis ini tak dapat melakukan operasionalnya menyusul penutupan mal karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pihaknya menemukan, seluruh department store tak dapat beroperasi atau menyumbangkan angka sekitar 25 persen hingga 30 persen dari keseluruhan jenis ritel yang terimbas Covid-19.

"Hanya satu tipe saja (tak dapat beroperasi) yaitu department store lebih kurang 25-30 persenan (dari seluruh total jenis ritel)," ungkap Roy kepada Kompas.com, Selasa (19/5/2020).

Sementara, empat tipe ritel lainnya yang berkontribusi sebanyak 70 persen masih diizinkan beroperasi. Keempat tipe tersebut yakni, minimarket, supermarket, hypermarket, dan full-seller.

Baca juga: APPBI Bantah Rumor Pembatasan Usia Pengunjung Saat Mal Dibuka Kembali

Kendati demikian, Roy menegaskan, tak ada anggota dari asosiasinya yang menjalankan bisnis ritel ini yang mengalami collapse (kebangkrutan).

Mereka masih menunggu untuk melakukan pembukaan kembali toko di pusat perbelanjaan menyusul wacana relaksasi PSBB.

Omset Anjlok

Selain paling terdampak langsung, omset department store juga diketahui anjlok sebesar 90 persen. 

Meski begitu, jenis ritel tersebut masih mendapatkan penghasilan walaupun hanya 10 persen yang bersumber dari e-commerce (perdagangan elektronik).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X