Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Hiramsyah Sambudhy Thaib
Profesional CEO dan Praktisi Bisnis

Hiramsyah Sambudhy Thaib merupakan Professional CEO dan Praktisi Bisnis, sekaligus Pendiri Comic Cafe and Raftha Group. 

CEO Terbaik versi Anugerah Business Review 2011 ini menempuh pendidikan formal Fakultas Arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB), serta pendidikan non-formal di sejumlah lembaga terkemuka seperti The Euromoney Institute of Finance, hingga Harvard Business School.

Pada Februari 2016, Hiramsyah ditunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan Sepuluh  Destinasi Pariwisata Prioritas (10 Bali Baru) Kementerian Pariwisata. 

Tiga tahun setelahnya, dia menduduki jabatan sebagai Ketua Kelompok Kerja Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata.

Covid-19, New Normal, dan Krisis Properti (II)

Kompas.com - 11/05/2020, 08:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

1. Menata kembali semua pengeluaran dan membuat prioritas sesuai kemampuan.

Bila perlu, melakukan restrukturisasi atas kewajiban yang tidak bisa dilakukan tepat waktu karena menurunnya pendapatan. Pelaku usaha harus mampu meyakinkan mitra usaha perihal masa depan yang cerah.

2. Lakukan inovasi dan terobosan untuk bisa sesegera mungkin meningkatkan pendapatan.

Relaksasi

Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus menjadi panglima dalam pemulihan krisis.

Mereka harus mendukung melalui kebijakan relaksasi di sektor keuangan secara masif dan ekstrim.

Mengguyur pasar dengan likuiditas keuangan berbunga murah bisa membantu kembali berputarnya ekonomi secara cepat.

Demikian halnya dengan relaksasi berbagai kebijakan sektor keuangan harus dipandu OJK secara cepat dan tegas agar tekanan keuangan bisa segera berkurang.

Jika ini bisa dilakukan, tekanan kewajiban terhadap bank dan lembaga pembiayaan akan bergulir bak bola salju (snow ball effect).

Hasilnya, bukan tidak mungkin dapat menurunkan tekanan keuangan pelaku ekonomi secara menyeluruh, mulai dari korporasi besar hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Dengan demikian, bisa mencegah terjadinya gemolbang pemutusan hubungan kerja (PHK), seraya bisnis dan usaha tetap berjalan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+