Covid-19, New Normal, dan Krisis Properti (II)

Kompas.com - 11/05/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi Covid-19 ShutterstockIlustrasi Covid-19

Karena sumber awalnya dari sektor keuangan, maka solusi utama adalah mengguyur sektor keuangan dengan likuiditas murah (quantitative ease). Terbukti, cara tersebut ampuh membangkitkan kembali sektor keuangan. 

Namun, cara ini belum tentu sama jitunya jika diterapkan pada krisis akibat Covid-19. Karena krisis ini penyebab utamanya adalah virus atau aspek kesehatan yang memaksa kegiatan ekonomi terhenti.

Meski demikian, cakupan krisis ekonomi akibat Covid-19 ini sangat luas dan mendunia, sehingga dampaknya sangat berat.

Hal ini terlihat dari proyeksi IMF terhadap pertumbuhan ekonomi dunia Tahun 2020 yang diperkirakan terkoreksi 630 basis poin menjadi minus 3 persen.

Untuk itu, pada tahapan Tanggap Darurat, fokus utama yang dilakukan adalah memastikan kegiatan ekonomi bisa kembali berjalan normal secara bertahap. Terutama menyangkut kebutuhan dasar dan sektor prioritas.

Bagi para pelaku ekonomi, krisis Covid-19 yang memaksa Pemerintah memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengakibatkan anjloknya penerimaan usaha.

Dengan demikian, arus kas atau cashflow menjadi negatif dan perusahaan sangat kesulitan untuk mampu membayar semua kewajiban rutin seperti gaji karyawan, biaya operasional, kewajiban kepada bank dan lembaga pembiayaan, maupun kewajiban kepada mitra bisnis dan lain-lain.

Terlebih, tidak semua pelaku usaha mempunyai cadangan dana yang cukup untuk membiayai negative cahsflow .

Adalah menjadi penting untuk memastikan pelaku usaha tetap bertahan dan mempunyai cukup nafas untuk melewati masa sulit ini.

Oleh karena itu, pelaku usaha harus fokus pada dua hal, yakni:

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X