Covid-19, New Normal, dan Krisis Properti (II)

Kompas.com - 11/05/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi Covid-19 ShutterstockIlustrasi Covid-19

PANDEMI Covid-19 yang disebabkan SARS-CoV-2 tengah menghantam dunia sehingga menyebabkan terjadinya krisis.

Selain merenggut puluhan ribu korban jiwa, wabah ini juga mengganggu kegiatan ekonomi di banyak sektor.

Pemberlakuan lock down serta kebijakan-kebijakan lainnya untuk menghambat penyebaran Covid-19 menyebabkan perputaran roda ekonomi seolah terhenti, hingga pada akhirnya terjadi krisis ekonomi.

Sejatinya, setiap krisis bersifat multidimensi. Dampak dari Pandemi Covid-19 mulai dirasakan sejalan dengan turunnya perputaran ekonomi secara drastis.

Ini merupakan bagian kedua dari tiga tulisan mengenai relasi Covid-19 dengan kebiasaan baru dan dampaknya pada bisnis dan industri properti.

Tulisan pertama, dapat dibaca dengan mengklik tautan ini: Covid-19, New Normal, dan Krisis Properti (I)

Dalam menghadapi krisis yang dipicu Pandemi Covid-19, strategi dan pola kerja yang digunakan umumnya meliputi 3 tahapan, yakni tanggap darurat, upaya pemulihan, dan normalisasi.

Dalam tulisan ini, fokus utama saya lebih pada aspek ekonomi dan sektor properti. Untuk itu kita harus memahami terlebih dahulu krisis ekonomi yang terjadi saat ini berbeda bila dibandingkan dengan Great Depression 1929, Krisis Moneter 1997, dan Global Financial Crisis 2008.

Ketiga krisis ini bersumber dari krisis di sektor keuangan. Great Depression dan Global Financial Crisis berawal dari Amerika Serikat yang dipicu masing-amsing oleh kejatuhan pasar modal dan SubPrime Mortgage. 

Sedangkan Krisis Moneter menghancurkan negara-negara di Asia Tenggara.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X