Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski Krisis, Tren Pencarian Rumah secara "Online" Tetap Tumbuh

Kompas.com, 10 Mei 2020, 07:00 WIB
Putri Zakia Salsabila ,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 memaksa semua orang mengarantina diri dan mengurangi kegiatan di luar rumah. Terlebih setelah diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Karena itu, banyak kegiatan yang akhirnya bergantung pada akses internet seperti mencari hunian yang tepat.

Beberapa pengelola situs jual-beli properti mengatakan angka pencarian rumah meningkat sejak PSBB berlangsung.

Baca juga: Survei: Jakarta Masih Menjadi Favorit Pencari Rumah

Berikut rangkuman tren tingkat pencarian rumah pada situs jual beli properti:

1. Rumah.com

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan trafik pengunjung yang mencari dan membeli rumah di laman Rumah.com meningkat sekitar 5 persen.

Hal ini berdasarkan perbandingan trafik pada awal Januari hingga 15 Maret 2020 dan trafik pada 16 Maret hingga saat ini.

Marine mencatat, wilayah paling favorit adalah DKI Jakarta sebanyak 33 persen, Jawa Barat 31 persen, Banten 14 persen, dan Jawa Timur 8 persen.

"Diperkirakan, seiring waktu, kenaikan ini akan makin pesat. Namun, jika membandingkan kuartal I-2020 dengan Kuartal IV 2019, perbedaannya terlihat cukup signifikan, hingga 40 persen," ujar Marine menjawab pertanyaan Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

Baca juga: Bertahan di Tengah Pandemi, Astra Land Jor-joran Digital Marketing

Peningkatan juga terlihat dari halaman detail iklan properti jual yang dilihat pengunjung (listing detail pageview) sebesar 36 persen.

Sementara itu, jumlah orang yang menyatakan ketertarikan terhadap listing properti yang dijual (leads) tumbuh 16 persen.

Adapun secara tahunan, konsumen yang mencari properti untuk dibeli pada Kuartal I-2020 dibanding Kuartal I-2019 juga mengalami kenaikan.

Berdasarkan jumlah listing detail pageview  naik sebesar 28 persen. Sementara jumlah leads berubah 12 persen.

Hingga saat ini, pengembang yang memasarkan propertinya melalui Rumah.com telah mencapai 200 perusahaan.

Mereka tersebar di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Bali, Makassar, Medan, dan lain-lain.

2. Rumah 123.com

Sedikit berbeda dengan Rumah.com, Country General Manager Rumah123.com Maria Herawati menjelaskan jumlah properti yang telah terjual pada Kuartal I-2020 hanya tumbuh 0.21 persen.  Itu pun hanya rumah dan apartemen seken. 

Baca juga: Pemasaran Digital, Siasat Pengembang Bertahan di Tengah Pandemi

Namun, bila dibandingkan secara kuartalan, jumlah rumah yang terjual pada Kuartal Pertama 2020 dibanding Kuartal IV-2019 naik 12.5 persen.

Sedangkan secara tahunan, jumlah rumah yang terjual pada Kuartal I-2019 dan Kuartal I-2020 anjlok 23.8 persen.

Maria mengatakan, 10 area tertinggi yang propertinya paling banyak terjual tahun lalu yakni di wilayah Harapan Indah, Bintaro, Kelapa Gading, Cibubur, BSD City, Ketapang, Jelambar, Gading Serpong, Pantai Indah Kapuk, dan Jagakarsa.

"Sementara, sepuluh wilayah yang paling banyak diminati oleh pencari rumah saat ini adalah di wilayah Bintaro, Pondok Indah, Cibubur, Kemang, Jagakarsa, BSD, Gading Serpong, Cinere, Alam Sutera, Pantai Indah Kapuk," ungkap Maria menjawab Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

3. Lamudi

Managing Director Lamudi Mart Polman menjelaskan trafik pencarian rumah di situs ini mengalami kenaikan saat Pandemi Corona.

"Sebagai contoh jumlah pencarian orang yang ingin membeli rumah pada bulan April ada sekitar 25.714 orang sementara bulan Maret 20.228 orang," ujar Mart menjawab Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

Wilayah yang paling banyak dicari pun paling banyak didominasi Jabodetabek, dengan mayoritas paling banyak mengincar di kawasan Jakarta Selatan.

Mart mengakui, awal bulan Maret trafik pengunjung Lamudi sempat menurun terutama ketika wabah Corona mulai banyak menyebar.

Namun kemudian pada pertengahan Maret hingga April, trafik pencarian rumah kembali menguat.

"Meningkatnya tren pencarian rumah dijual ini disebabkan penerapan aturan Social distancing, termasuk peraturan work from home (WFH), hal ini akhirnya membuat banyak pencari properti yang menggunakan waktu luangnya di rumah untuk mencari rumah idaman mereka," lanjutnya.

Perbandingan jumlah pencari rumah Kuartal I-2020 dengan Kuartal IV-2019 naik sebesar 16.71 persen.

Sedangkan, bila dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019, trafik pencarian rumah melonjak hingga 81 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun di tengah Pandemi Covid-19, minat beli rumah tetap tumbuh.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau