Nilai Investasi Properti Meningkat, Ini Kata Pengamat

Kompas.com - 09/05/2020, 20:00 WIB
Ilustrasi gedung perkantoran. z6consulting.comIlustrasi gedung perkantoran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Laporan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negri (PMDN) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) selama Kuartal Pertama 2020 telah resmi dirilis.

Berdasarkan laporan tersebut, realisasi investasi di sektor properti dan hospitalitas mengantongi nilai investasi yang cukup tinggi yakni Rp 100 triliun dan Rp 58 triliun.

Tampaknya sektor properti akan mendapatkan angin segar di tengah Pandemi Covid-19.

Associate Director Coldwell Banker Commercial Dani Indra Bhatara mengatakan bahwa ini merupakan angka yang memberikan sentimen positif untuk pengembangan properti secara umum pada tahun 2020.

Baca juga: Realisasi Investasi Properti Kuartal I-2020 Naik, Tembus Rp 100 Triliun

"Sebenarnya untuk Kuartal-1 sekitar dua bulan awal, bisnis cenderung masih cukup normal, dan baru bulan Maret pengaruh Covid-19 ini sangat terasa," tutur Dani menjawab Kompas.com Sabtu (9/5/2020)

Dani melanjutkan, apabila dilihat nilai investasi dari angka PMA, hal itu menjadi pertanda baik  bahkan untuk sektor hotel dan restoran yang mengalami kenaikan investasi yang signifikan.

"Jika dilihat dari hasil kajian kami untuk sektor properti komersial pada Kuartal I-2020, hotel menjadi sektor yang sangat terpengaruh dan mengalami penurunan yang cukup signifikan, dan sudah terjadi," lanjutnya.

Demikian juga di sektor apartemen dan perumahan yang mengalami penurunan dari sisi penjualan khususnya terjadi mulai pada minggu kedua bulan Maret.

Sementara untuk ritel dan perkantoran, masih cenderung stagnan karena secara operasionalnya menurun drastis. Namun dari sisi okupansi cenderung masih belum banyak perubahan.

"Dari sisi perbaikan, hotel cenderung akan menjadi sektor paling awal yang akan bergerak positif, kemudian diikuti perumahan, dan perlahan ke apartemen," prediksi Dani.

Sedangkan perkantoran dan kawasan industri akan menjadi sektor yang justru akan lebih lama pulih.

Dani juga menyebutkan bahwa para pengembang perlu berhati-hati terhadap catatan realisasi angka investasi PMA pada kuartal pertama ini.

Pasalnya pengaruh pademi baru terasa pada bulan Maret, dan berlanjut hingga saat ini karena belum diketahui kapan Covid-19 teratasi.

"Memang awal 2020 PMA sektor properti memberikan sentimen positif, namun dengan perubahan situasi yang signifikan saat ini diperkirakan tidak berlanjut secara positif pada Kuartal II," ucap Dani.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X