Meski Krisis, Tren Pencarian Rumah secara "Online" Tetap Tumbuh

Kompas.com - 10/05/2020, 07:00 WIB
Ilustrasi menabung untuk membeli rumah SHUTTERSTOCK/TINNAKORN JORRUANGIlustrasi menabung untuk membeli rumah

"Sementara, sepuluh wilayah yang paling banyak diminati oleh pencari rumah saat ini adalah di wilayah Bintaro, Pondok Indah, Cibubur, Kemang, Jagakarsa, BSD, Gading Serpong, Cinere, Alam Sutera, Pantai Indah Kapuk," ungkap Maria menjawab Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

3. Lamudi

Managing Director Lamudi Mart Polman menjelaskan trafik pencarian rumah di situs ini mengalami kenaikan saat Pandemi Corona.

"Sebagai contoh jumlah pencarian orang yang ingin membeli rumah pada bulan April ada sekitar 25.714 orang sementara bulan Maret 20.228 orang," ujar Mart menjawab Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

Wilayah yang paling banyak dicari pun paling banyak didominasi Jabodetabek, dengan mayoritas paling banyak mengincar di kawasan Jakarta Selatan.

Mart mengakui, awal bulan Maret trafik pengunjung Lamudi sempat menurun terutama ketika wabah Corona mulai banyak menyebar.

Namun kemudian pada pertengahan Maret hingga April, trafik pencarian rumah kembali menguat.

"Meningkatnya tren pencarian rumah dijual ini disebabkan penerapan aturan Social distancing, termasuk peraturan work from home (WFH), hal ini akhirnya membuat banyak pencari properti yang menggunakan waktu luangnya di rumah untuk mencari rumah idaman mereka," lanjutnya.

Perbandingan jumlah pencari rumah Kuartal I-2020 dengan Kuartal IV-2019 naik sebesar 16.71 persen.

Sedangkan, bila dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019, trafik pencarian rumah melonjak hingga 81 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun di tengah Pandemi Covid-19, minat beli rumah tetap tumbuh.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X