Meski Krisis, Tren Pencarian Rumah secara "Online" Tetap Tumbuh

Kompas.com - 10/05/2020, 07:00 WIB
Ilustrasi menabung untuk membeli rumah SHUTTERSTOCK/TINNAKORN JORRUANGIlustrasi menabung untuk membeli rumah

Sementara itu, jumlah orang yang menyatakan ketertarikan terhadap listing properti yang dijual (leads) tumbuh 16 persen.

Adapun secara tahunan, konsumen yang mencari properti untuk dibeli pada Kuartal I-2020 dibanding Kuartal I-2019 juga mengalami kenaikan.

Berdasarkan jumlah listing detail pageview  naik sebesar 28 persen. Sementara jumlah leads berubah 12 persen.

Hingga saat ini, pengembang yang memasarkan propertinya melalui Rumah.com telah mencapai 200 perusahaan.

Mereka tersebar di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Bali, Makassar, Medan, dan lain-lain.

2. Rumah 123.com

Sedikit berbeda dengan Rumah.com, Country General Manager Rumah123.com Maria Herawati menjelaskan jumlah properti yang telah terjual pada Kuartal I-2020 hanya tumbuh 0.21 persen.  Itu pun hanya rumah dan apartemen seken. 

Baca juga: Pemasaran Digital, Siasat Pengembang Bertahan di Tengah Pandemi

Namun, bila dibandingkan secara kuartalan, jumlah rumah yang terjual pada Kuartal Pertama 2020 dibanding Kuartal IV-2019 naik 12.5 persen.

Sedangkan secara tahunan, jumlah rumah yang terjual pada Kuartal I-2019 dan Kuartal I-2020 anjlok 23.8 persen.

Maria mengatakan, 10 area tertinggi yang propertinya paling banyak terjual tahun lalu yakni di wilayah Harapan Indah, Bintaro, Kelapa Gading, Cibubur, BSD City, Ketapang, Jelambar, Gading Serpong, Pantai Indah Kapuk, dan Jagakarsa.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X