Kompas.com - 08/05/2020, 10:00 WIB
Ilustrasi ruang terbuka hijau. shutterstockIlustrasi ruang terbuka hijau.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna mengatakan, Peraturan Presiden (PErpres) Nomor 60 Tahun 2020 Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur) dapat menumbuhkan pusat ekonomi baru di luar ibu kota.

Tak hanya itu, keberadaan Perpres tersebut dapat menciptakan kota-kota mandiri di sekitar Jakarta, sehingga muncul prinsip keadilan di antara daerah ibu kota dan kawasan sekitarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menumbuhkembangkan pusat-pusat ekonomi baru di luar Jakarta supaya prinsip-prinsip keadilan muncul," kata Yayat kepada Kompas.com, Kamis (7/5/2020).

Dengan terjalinnya setiap daerah di sekitar Jakarta menjadi satu area perkotaan, masalah lain yang perlu diperhatikan adalah mempertahankan RTH.

Baca juga: Soal Bongkar Vila Puncak, Kementerian ATR/BPN Tunggu Audit Tata Ruang

Aturan itu menyebutkan, luas RTH minimal sebanyak 30 persen dari luas keseluruhan Kawasan Jabodetabek-Punjur.

Yayat yang juga merupakan Dosen Teknik Planologi Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan Universitas Triaskti ini mempertanyakan bagaimana nanti distribusi atau penempatan RTH khususnya yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Selain itu, nanti ketika wilayah-wilayah tersebut sudah berubah menjadi daerah perkotaan, maka bagaimana menjaga area hijaunya agar tidak berubah peruntukkannya.

"Jadi pertanyaannya bagaimana implikasinya ketika RTH-RTH ini harus dipertahankan di daerah. Sementara daerah sendiri, dengan berubahnya fungsi kawasan jadi kawasan perkotaan, implikasinya dia harus menjaga RTH itu supaya jangan berubah jadi hotel," beber Yayat.

Dia turut menyoroti kemungkinan perubahan fungsi area menjadi kawasan non-pertanian.

Misalnya, nanti mungkin beberapa kawasan pertanian di dalam rencana tata ruang kemungkinan akan hilang, kecuali untuk lahan area pertanian pangan berkelanjutan.

"Karena bagaimana mempertahankan RTH-nya dan bagaimana mempertahankan fungsi pertanian yang jadi cadangan pangan dan menjadi lumbung bagi sebagian masyarakat yang masih bertahan," ucap dia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.