Pemerintah Harus Menjamin Hidup 1 Juta Perantau Mandiri Nyaris Melarat

Kompas.com - 07/05/2020, 20:37 WIB
Penyekatan di pintu keluar  jalur tol Ngawi. Hindari penyekatan, puluhan pemudik dari Jakarta  jurusan Nganjuk diturunkan di tengah jalur tol di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Aksi nakal awak bus antar provinsi tersebut menurut warga setempat sudah beberapa kali dipergoki warga. KOMPAS.COM/SUKOCOPenyekatan di pintu keluar jalur tol Ngawi. Hindari penyekatan, puluhan pemudik dari Jakarta jurusan Nganjuk diturunkan di tengah jalur tol di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Aksi nakal awak bus antar provinsi tersebut menurut warga setempat sudah beberapa kali dipergoki warga.

Kelompok ini sekarang yang semula mandiri dengan penghasilan harian, sekarang sudah melarat menju sekarat.

"Jika pemerintah menghendaki agar mereka tidak mudik, maka berikanlah jaminan hidup berupa bantuan logistik selama berada di perantauan," lanjutnya.

Tak hanya itu, Djoko juga menyebutkan bahwa para pekerja konstruksi perlu masuk dalam persyaratan tersebut.

Menurutnya, para pekerja konstruksi mayoritas berasal dari luar wilayah Jabodetabek. Selama musim Lebaran ada jeda waktu sekitar dua minggu tidak bekerja.

"Apakah mereka ini diizinkan pulang kampung atau tetap berada di tempat tinggal sekarang. Lantas, siapa yang akan menanggung biaya hidup selama dua minggu tersebut?" tanya Djoko.

Djoko memperkirakan, kelompok pekerja mandiri termasuk buruh konstruksi perantauan yang belum tertangani jaminan logistik dan masih berada di Jabodetabek sekitar 1 juta orang.

Di sisi lain, pemerintah daerah kini sudah tidak lagi menyiapkan untuk menerima pemudik.

Aparat pemerintah daerah sudah sibuk dengan urusan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah masing-masing.

"Oleh karena itu, Pemerintah harus memperhatikan perantauan dengan pekerjaan mandiri yang jumlahnya mencapai sekitar 1 juta orang itu." tuntas Djoko.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X