Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Laba Surya Semesta Internusa Melonjak 145 Persen

Kompas.com, 1 Mei 2020, 15:30 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan lonjakan laba bersih kondolidasi pada tahun 2019 sebesar 145 persen menjadi Rp 92,3 miliar dibanding tahun lalu Rp 37,7 miliar.

Laba ini diperoleh dari pendapatan konsolidasi senilai Rp 4,006 triliun yang tumbuh 8,8 persen dibanding performa tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,681 triliun.

Investor Relation SSIA Erlin Budiman menuturkan menuturkan, properti dan konstruksi menjadi kontributor terbesar dengan kenaikan masing-masing 33,2 persen dan 6,4 persen.

Rinciannya, properti mencetak angka Rp 588,2 miliar dibanding Rp 441,6 miliar, dan konstruksi menyumbang Rp 2,611 triliun berbanding Rp 2,453 triliun.

"Sementara pendapatan segmen bisnis perhotelan tumbuh tipis 1,1 persen menjadi Rp 811,4 miliar dibanding Rp 802,8 miliar," kata Erlin dalam keterangannya kepada Kompas.com, Jumat (1/5/2020).

Baca juga: 2019, Surya Semesta Fokus Pengembangan Subang City of Industry

Adapun laba kotor SSIA tahun 2019 sekitar Rp 1,091 triliun atau meningkat 11,3 persen dari performa 2018 sebesar Rp 980,9 miliar.

Untuk segmen EBITDA, SSIA mencetak Rp 533,0 miliar, atau 17,2 lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya dengan angka Rp 454,9 miliar.

Pertumbuhan juga terjadi pada kas perusahaan yang mencapai 11,2 persen menjadi Rp 1,527 triliun, dari sebelumnya sekitar Rp 1,372 triliun.

Menurut Erlin, SSIA telah menarik pinjaman dari International Finance Corporation (IFC) sebesar 50 juta dollar AS dari total fasilitas kredit 100 juta dollar AS pada pertengahan September 2019.

Pinjaman ini dilindungi oleh Cross Currency Interest Rate Swap. Oleh karena itu SSIA menerima Rp 702,5 miliar dengan bunga tetap 10,06 persen untuk periode pinjaman hingga Juni 2026.

Sementara itu utang kena bunga untuk periode 2019 sebesar Rp 1,855 triliun  berdampak pada gearing ratio (jumlah pinjaman dibandingkan modal) berada di level 41,4 persen.

Strategi SSIA menghadapi krisis Corona

Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 diakui Erlin, telah memengaruhi aktivitas  isnis SSIA, yang diperkirakan akan berdampak pada arus kas selama beberapa bulan mendatang.

Khususnya di unit bisnis perhotelan karena dampak penerapan physical distancing dan pembatasan pengunjung asing, tingkat hunian hotel menurun secara drastis dan diperkirakan hanya mencapai satu digit pada April 2020.

"Perusahaan melihat industri perhotelan mulai membaik pada Juni 2020 dan semoga akan kembali normal pada bulan September 2020," ujar Erlin

Selain perhotelan, unit bisnis konstruksi terdampak pandemi, dan masa jeda Ramadhan serta Idul Fitri (April-Mei 2020) yang mengakibatkan kinerja Konstruksi diprediksi sedikit menurun pada Kuartal II?2020 dan perusahaan akan melihatnya mulai membaik pada dua kuartal berikutnya.

Demikian halnya dengan kawasan industri yang menghadapi sejumlah penundaan keputusan bisnis yaitu keadaan darurat, pencabutan visa kedatangan bagi warga negara asing (WNA), serta pembatasan jadwal penerbangan.

Untuk mengatasi hal ini, SSIA telah memulai tindakan berikut mengurangi risiko keuangan yakni menerapkan manajemen kas dan likuiditas secara prudent serta mengurangi pengeluaran kas pada pos?pos non?critical.

Kemudian memantau prakiraan arus kas (stress?cash flow tests) termasuk meninjau rencana keuangan dan merancang tindakan yang harus diambil untuk memitigasi risiko likuiditas.

Melakukan penyesuaian dalam aktivitas bisnis termasuk mengurangi aktivitas di sektor perhotelan serta menyiapkan rencana bisnis jika kondisi ekonomi pulih.

"Selain itu, SSIA juga berpartisipasi dalam mengurangi risiko penularan Covid-19, melalui program kerja dari rumah (WFH), meningkatkan kesehatan dan kebersihan di kantor termasuk karyawan," tuntas Erlin.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau