Pemerintah Desak BPD Lebih Optimal Salurkan Subsidi Rumah FLPP

Kompas.com - 22/04/2020, 13:00 WIB
Ilustrasi rumah DOK KEMENTERIAN PUPRIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR mendesak Bank Pembangunan Daerah ( BPD) menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP) lebih optimal.

Saat ini, Pemerintah menganggap peran BPD masih belum optimal dalam menyalurkan FLPP.

Terlihat dari data realisasi 27 BPD yang bekerja sama dengan PPDPP Kementerian PUPR, yang nilainya tak signifikan jika dibandingkan dengan total realisasi yang ada.

PPDPP sendiri mengalokasikan kuota untuk BPD tahun 2020 sejumlah 19.537 unit rumah. Namun, rata-rata capaian penyaluran dana dari seluruh BPD tersebut baru mencapai 28,645 persen.

Baca juga: Selama WFH, Layanan Subsidi Rumah FLPP Dinilai Lebih Efisien

Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR Arief Sabarudin berharap, kinerja penyaluran FLPP BPD pada triwulan kedua tahun 2020 ini dapat ditingkatkan.

Setidaknya, dari seluruh kuota yang ada untuk FLPP, BPD dapat mengambil porsi lebih dari 30 persen.

“Bank Daerah harus menjadi raja di daerahnya masing-masing karena lebih mengenali karakter dari debitur daerah setempat” ujar Arief Sabaruddin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (21/4/2020).

Saat ini, hanya satu BPD yang masuk pada peringkat 5 besar realisasi tertinggi penyaluran dana FLPP, yakni Bank Jawa Barat dan Banten (BJB). BJB berhasil menyalurkan dana untuk 1.000 unit rumah.

Sedangkan BPD lain yang telah melebihi 50 persen capaian penyaluran dari kuota yang dimiliki yakni, BPD Jateng, BPD Sulteng, BPD Jatim Syariah, serta BPD Kalsel Syariah.

PPDPP Kementerian PUPR mencatat, penyaluran FLPP Tahun 2020 telah mencapai Rp 3,75 triliun untuk membiayai sebanyak 37.104 unit rumah per Selasa (21/4/2020).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X