Bisnis Perhotelan, di Antara Hantaman Pandemi dan Harapan Akhir Tahun

Kompas.com - 10/04/2020, 15:53 WIB
Wisatawan mancanegara (wisman) menikmati suasana di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, Kamis (4/9/2014). TRIBUNNEWS.com/HERUDINWisatawan mancanegara (wisman) menikmati suasana di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, Kamis (4/9/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang disebabkan SARS-Cov-2 telah membuat sektor perhotelan yang mengandalkan bisnis dan industri pariwisata, hancur lebur.

Data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) seperti dilansir Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menunjukkan sebanyak 1.266 hotel telah menyetop operasionalnya untuk sementara.

Hal ini terpaksa dilakukan sebagai langkah taktis, guna menghindari kerugian lebih besar karena tingkat hunian anjlok hingga titik terdasar, dan paling buruk dalam sejarah perhotelan Indonesia.

Baca juga: Sudah 1.266 Hotel Tutup di Seluruh Indonesia, Termasuk Santika

Sebelum Warga Negara Asing (WNA) dilarang masuk dan transit di Indonesia melalui Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 11 Tahun 2020 tentang pelarangan sementara orang asing masuk wilayah negara Republik Indonesia, jumlah kunjungan memang terus merosot sejak Januari.

Pada Februari 2020 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 885.000 orang. Angka ini merosot hingga 28,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Penurunan paling drastis terjadi pada kunjungan wisatawan asal China, yakni dari 200.000 orang pada Februari 2019 menjadi 11.800 wisatawan pada bulan yang sama tahun ini.

Kunjungan wisatawan Singapura dan Malaysia juga anjlok di kisaran 30 persen. Demikian halnya dengan India dan Korea Selatan yang merosot 20 persen.

Ilustrasi hotelSHUTTERSTOCK Ilustrasi hotel
Senior Director of Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto menuturkan, perhotelan menjadi sektor paling terpukul di antara sektor properti lainnya.

Bahkan, bulan Maret diprediksi akan mengalami kejatuhan luar biasa yang memengaruhi pola kinerja bisnis perhotelan selama ini sehingga proyeksi pun porak poranda.

Namun demikian, seburuk apapun situasi di tengah pandemi Covid-19, tetap masih menyisakan setitik harapan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X