Tahun Ini, Program Perumahan Swadaya Jangkau 4.745 Lokasi di Indonesia

Kompas.com - 08/04/2020, 14:00 WIB
Salah satu penerima manfaat program BSPS. Dok. BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DITJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPRSalah satu penerima manfaat program BSPS.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat realisasi Program Padat Karya Tunai (PKT) 2020, salah satunya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menjangkau 4.745 lokasi.

Anggaran yang dikeluarkan untuk program BSPS tersebut senilai Rp 2,49 triliun yang terdiri bantuan bahan bangunan dan upah tukang untuk 317 Kabupaten, 1.681 Kecamatan, serta 4.745 desa di 33 Provinsi Indonesia.

Program tersebut dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perumahan, Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT), serta Satuan Kerja Penyediaan Rumah Swadaya Ditjen Perumahan.

Kegiatan BSPS ini tetap dilaksanakan sesuai prosedur dengan memperhatikan Instruksi Menteri PUPR sesuai Surat Edaran tentang penanganan pencegahan Covid-19.

Baca juga: E-BSPS Memungkinkan Proses Verifikasi Bantuan Rumah Hanya 15 Menit

Memperhatikan situasi di berbagai wilayah yang cukup bervariasi terkait penanggulangan penyebaran Covid-19, koordinasi dengan pihak-pihak otorisasi wilayah untuk memastikan persyaratan, kesiapan, dan kesediaan dilakukan terlebih dahulu dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Menurut Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, perlu adanya pernyataan dari bupati/walikota bahwa program BSPS dapat dilaksanakan sesuai situasi daerah masing-masing.

Serta, kesediaan mereka untuk mengawal kegiatan ini dengan mengikuti SOP koridor Covid-19, salah satunya dengan tak melakukan pertemuan atau berkumpul dengan melibatkan banyak orang.

"BSPS merupakan bantuan pemerintah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru rumah," ungkap Khalawi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (6/4/2020).

BSPS termasuk program padat karya tunai yang melibatkan banyak tenaga kerja, diantaranya Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), Koordinator Fasilitator (Korfas), dan tenaga tukang yang diambil dari penduduk setempat.

Khalawi melanjutkan, untuk TFL di seluruh Indonesia agar membantu Pemerintah dengan mentaati dan patuh pada imbauan serta menjaga social distancing dan physical distancing dengan jarak sesuai SOP dalam menghindari merebaknya virus Covid-19.

Apabila masih melakukan pertemuan, maksimal hanyak 4 orang dalam 1 ruangan dan jarak minimal 2 meter serta maksimal waktu bertemu 1 jam dengan masker dan fasilitas lainnya guna mencegah penyebaran virus Covid-19 meluas.

BSPS dilaksanakan oleh masyarakat penerima bantuan secara swadaya  dengan membentuk kelompok penerima bantuan, gotong royong, dan berkelanjutan dengan anggaran untuk Peningkatan Kualitas (PK) Rp 17,5 juta terdiri dari bahan bangunan sebesar Rp 15 juta dan upah tukang sebesar Rp 2,5 juta.

Kemudian, Pembangunan Baru (PB) sebesar Rp 35 juta yang terdiri dari bahan bangunan Rp 30 juta dan upah tukang Rp 5 juta.

Dalam pembangunan fisik rumah masyarakat penerima bantuan didampingi oleh TFL. TFL tersebut bertanggungjawab untuk mendampingi 30 penerima bantuan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diwacanakan Sejak 2005 dan Gusur Rumah Real Estat, Tol Cijago Tak Kunjung Tuntas

Diwacanakan Sejak 2005 dan Gusur Rumah Real Estat, Tol Cijago Tak Kunjung Tuntas

Berita
Siapkan Perjalanan Anda, Ada Pengalihan Lalin di Tol Sedyatmo hingga Rabu

Siapkan Perjalanan Anda, Ada Pengalihan Lalin di Tol Sedyatmo hingga Rabu

Berita
[POPULER PROPERTI] Mumpung Harga Turun, THR Sebaiknya Digunakan Buat Beli Rumah

[POPULER PROPERTI] Mumpung Harga Turun, THR Sebaiknya Digunakan Buat Beli Rumah

Berita
Kementerian ATR/BPN Buka Kesempatan Magang untuk Mahasiswa

Kementerian ATR/BPN Buka Kesempatan Magang untuk Mahasiswa

Berita
Asosiasi Arsitek: Keikutsertaan dalam BOI Bukan Semata-mata 'Pekerjaan'

Asosiasi Arsitek: Keikutsertaan dalam BOI Bukan Semata-mata "Pekerjaan"

Berita
Diundang ke Istana Negara, Ini Masukan Lima Asosiasi Arsitek kepada Jokowi Soal IKN

Diundang ke Istana Negara, Ini Masukan Lima Asosiasi Arsitek kepada Jokowi Soal IKN

Berita
Aristoteles Hadir di Serpong, Dipatok Rp 3 Miliar Per Unit

Aristoteles Hadir di Serpong, Dipatok Rp 3 Miliar Per Unit

Perumahan
Pasca-gempa, 82 Bangunan Rusak di Sulbar Direhabilitasi

Pasca-gempa, 82 Bangunan Rusak di Sulbar Direhabilitasi

Berita
MRT Jakarta Tawarkan Sejumlah Keuntungan bagi Startup yang Mau Kerja Sama, Ini Syaratnya

MRT Jakarta Tawarkan Sejumlah Keuntungan bagi Startup yang Mau Kerja Sama, Ini Syaratnya

Berita
Hingga Maret 2021, LPJK Terbitkan 9.666 Sertifikat Kompetensi Kerja Kontruksi

Hingga Maret 2021, LPJK Terbitkan 9.666 Sertifikat Kompetensi Kerja Kontruksi

Konstruksi
Bendungan Pertama di Sulawesi Barat Senilai Rp 1,02 Triliun Mulai Dibangun

Bendungan Pertama di Sulawesi Barat Senilai Rp 1,02 Triliun Mulai Dibangun

Berita
Beli Rumah Jelang Lebaran? Ketahui Cara Jitu Pilih Pengembang

Beli Rumah Jelang Lebaran? Ketahui Cara Jitu Pilih Pengembang

Tips
Mumpung Harga Turun, THR Sebaiknya Digunakan Membeli Rumah

Mumpung Harga Turun, THR Sebaiknya Digunakan Membeli Rumah

Berita
Bertemu Presiden, Tujuh Asosiasi Ditawari Masuk Badan Otorita IKN

Bertemu Presiden, Tujuh Asosiasi Ditawari Masuk Badan Otorita IKN

Berita
[POPULER PROPERTI] Pilihan Rumah Buat Lebaran, Harga Mulai dari Rp 130 Juta

[POPULER PROPERTI] Pilihan Rumah Buat Lebaran, Harga Mulai dari Rp 130 Juta

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X