Bisnis Jalan Tol Anjlok, Pemerintah Upayakan Sejumlah Stimulus

Kompas.com - 07/04/2020, 20:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengupayakan sejumlah insentif dan stimulus untuk industri dan bisnis jalan tol yang terdampak pandemi Corona Virus Desease-19 atau Covid-19.

Hal itu dilakukan menyusul catatan anjloknya lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada Maret 2020 sebesar 40 persen hingga 60 persen dari LHR normal.

Berdasarkan data Asosiasi Tol Indonesia (ATI), LHR Tol Jadebotabek pada minggu pertama Februari sebanyak 3,191 juta kendaraan, sementara LHR pada pekan pertama Maret turun menjadi 3,124 juta kendaraan.

Angka itu terus merosot, pada pekan kedua Februari berada pada angka 3,167 juta kendaraan, sementara pekan kedua Maret menjadi 3,060 juta kendaraan.

Baca juga: Tangani Covid-19, Kementerian PUPR Realokasi Anggaran Rp 24,53 Triliun

Berturut-turut pada pekan ketiga Februari menjadi 3,153 juta kendaraan, kemudian periode yang sama bulan Maret menjadi 2,483 juta kendaraan.

Pekan keempat Februari sebanyak 3,110 juta kendaraan menjadi hanya 1,060 juta kendaraan pada pekan keempat Maret.

Mulai Sabtu (21/3/2020) besok, PT Hutama Karya (Persero) menutup sementara fasilitas isi ulang atau top up tunai di seluruh gardu Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter).Hutama Karya Mulai Sabtu (21/3/2020) besok, PT Hutama Karya (Persero) menutup sementara fasilitas isi ulang atau top up tunai di seluruh gardu Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter).
Adapun untuk LHR Tol Trans Jawa, tercatat 1,257 juta kendaraan pada Februari menjadi hanya 840.000 kendaraan pada Maret.

Anjloknya LHR ini sangat memenaruhi pendapatan badan usaha jalan tol (BUJT). Akibatnya,  kesanggupan mereka membayar kewajiban baik utang pokok maupun bunga ke perbankan, menjadi berkurang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan, pihaknya akan mencoba fokus mengupayakan insentif dan stimulus kepada Kementerian Keuangan, agar bisnis dan industri jalan tol tetap berjalan.

Baca juga: Proyek Infrastruktur Berlanjut, Pemerintah Jamin Hak Pekerja Konstruksi

"Untuk itu, kami melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan ATI masih berdiskusi," tutur Basuki dalam konferensi video di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Basuki melanjutkan, stimulus dan insentif tersebut bisa berupa percepatan pembayaran dana talangan pembebasan lahan yang sudah dilakukan BUJT, pembebasan pajak, relaksasi pembayaran kredit baik pokok maupun bunga, dan lain-lain.

Khusus, untuk percepatan pembayaran dana talangan pembebasan lahan yang sudah dibayarkan BUJT, Basuki memastikan dananya sudah ada pada lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jendral ATI Kris Ade Sudiyono menyambut baik langkah Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga tersebut.

"Kami sangat senang dengan inisiatif tersebut, dan sangat berharap bisa mendiskusikannya lebih lanjut," kata Ade kepada Kompas.com, Selasa (7/4/2020).

Gerbang Tol Pandaan, Kabupaten Pasuruan.PT Jasamarga Pandaan Tol Gerbang Tol Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Dia menambahkan, kalaupun pemerintah akan meluncurkan kebijakan stimulus bagi para operator jalan tol, sebaiknya disesuaikan (suitable) dengan kondisi saat ini.

Terutama stimulus terkait arus kas dan stimulus dalam bentuk kebijakan fiskal. Misalnya dalam bentuk dukungan source of fund yang murah untuk mengatasi cashflow deficiency.

"Pemerintah bisa meluncurkan fasilitas dan instrumen pembiayaan murah bagi BUJT," cetus Kris.

ATI juga mengusulkan relaksasi termin Perjanjian Kredit eksisting dengan para kreditur tanpa menurunkan loan credibility para debitur.

Baca juga: Pertimbangan Jadebotabek Lockdown, BPJT Bahas Pembatasan Lalin Jalan Tol

Terutama menyangkut empat hal, yakni pertama, penurunan suku bunga yang terkait margin keuntungan bank. Kedua, penambahan grace period pembayaran angsuran pokok dan bunga.

Ketiga, pelonggaran covenant, dan keempat pengaturan ulang instalment package.

Kemudian penundaan disbursment  kewajiban belanja modal baru seperti akibat tambah lingkup (pembangunan akses baru, rejuvinasi tempat istirahat, pelebaran lajur, dan lain-lain).

Berikutnya, percepatan penggantian Dana Talangan Tanah (DTT) dan relaksasi pengembalian BLU tanah untuk utang pokok, bunga, maupun denda.

Jalan Tol Manado-BitungDokumentasi Jasamarga Manado Bitung Jalan Tol Manado-Bitung
Sedangkan dalam kebijakan fiskal, ATI berharap, ada Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan, dengan memasukan jalan tol dalam kategori infrastruktur ekonomi pionir yang memungkinkan mendapatkan masa pembebasan pajak sampai 10 tahun sejak beroperasi secara komersial.

Selanjutnya, sesuai Undang-undang (UU) Nomor 36 Tahun 2008 tetang Pajak Penghasilan, menyebutkan fasilitas kompensasi kerugian fiskal diberikan maksimal selama lima tahun.

"Jadi adalah sangat wajar, dalam masa sulit seperti ini fasilitas kompensasi kerugian fiskal diharapkan bisa diperpanjang hingga 10 tahun. Dan seterusnya," imbuh Kris.

Namun demikian, kata Kris, segala usulan tersebut bukan berarti ATI tidak mendahulukan aspek kemanusiaan.

Menurut Kris, fokus ATI dan BUJT anggota tetap mendahulukan aspek kemanusiaannya yaitu melakukan kampanye kesehatan dan keselamatan melalui pelaksanaan secara disiplin protokol pencegahan dan penanganan Covid-19 di jalan tol.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.