Penulis
Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menjamin BUMN semaksimal mungkin mendukung kegiatan Kementerian PUPR, TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Covid-19 yang dipimpin BNPB, terutama dalam hal pasokan obat-obatan, termasuk dua jenis obat yang sudah disebut Presiden Joko Widodo, dan alat kesehatan.
"Dari BUMN memastikan terus menjaga pasokan masker tapi tidak cukup. Karena itu kami minta dukungan. Alat Perlindungan Diri (APD) juga kami lakukan pengadaan semaksimal mungkin," imbuh dia.
Adapun Menteri Kesehatan Terawan Putranto mengungkapkan para relawan siap bekerja sama dengan semua pihak, mendukung kegiatan operasionalisasi Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.
"Semua bersatu menggalang menyehatkan Indonesia," ucap Terawan.
Mengintip ruang rawat inap RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet KemayoranSeluruh menara tersebut akan dimanfaatkan dengan fungsi berbeda. Tower 1 misalnya, digunakan sebagai ruangan khusus bagi petugas medis.
Lantai 1-24 dari bangunan tersebut berkapasitas 650 unit dan dapat menampung maksimum 1.750 orang.
Selanjutnya di Tower 3 dari lantai 1-24 rencananya difungsikan sebagai Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19.
Total ruangan di menara ini sebanyak 650 orang dan bisa menampung maksimum 1.750 orang.
Mengintip ruang rawat inap RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet KemayoranSatu kamar diperkirakan bisa menampung dua hingga tiga orang. Dengan demikian, gedung tersebut bisa menampung 1.750 orang. Kemudian Tower 7 akan digunakan untuk beberapa fungsi.
Bangunan tersebut memiliki kapasitas 886 unit. Dengan demikian, jika satu unitnya bisa menampung dua hingga tiga orang, maka kapasiitas totalnya bisa mencapai 2.458 pasien.
Lantai satu di gedung ini, dimanfaatkan sebagai Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sementara lantai dua digunakan untuk Intensive Care Unit (ICU).
Lalu lantai tiga dimanfaatkan sebagai ruang refreshing. Sedangkan lantai empat hingga 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.