Anggap Corona Tak Biasa, CEO Marriott Rela Tak Terima Gaji Tahun Ini

Kompas.com - 21/03/2020, 15:29 WIB
CEO Marriottt International Arne Sorensen Kevin Dietsch/UPI/Bloomberg via Getty ImagesCEO Marriottt International Arne Sorensen

KOMPAS.com - CEO Marriott International Arne Sorenson menegaskan bahwa dia tak akan menerima gaji satu sen pun hingga akhir 2020.

Dengan pernyataan ini, dia menjadi salah satu dari sejumlah petinggi perusahaan yang tidak akan menerima sisa gaji tahun ini, seiring pandemi Covid-19.

Sorensen mengatakan, dia belum pernah melihat virus ini dan menganggapnya tidak biasa.

Untuk perusahaan sebesar Marriott yang sudah berusia 92 tahun dan telah menjadi saksi Great Depression, Perang Dunia II, dan banyak krisis ekonomi lainnya, pandemi corona adalah sesuatu.

Baca juga: Satu Dekade, Jumlah Kamar Hotel di Jakarta 74.400 Unit 

"Saya pastikan, langkah ini akan diikuti jajaran eksekutif lainnya. Mereka akan menerima gaji 50 persen," tegas Sorensen, dikutip Kompas.com dari laman Yahoo Finance, Sabtu (21/3/2020).

Lepas dari itu, secara umum, industri perhotelan hancur lebur dihantam Covid-19. Hal ini menyusul tingkat hunian yang terus anjlok karena berbagai kebijakan.

Pembatasan perjalanan baik untuk wisata maupun bisnis, kebijakan menjaga jarak sosial, serta pembatasan pertemuan dan penyelenggaraan acara berdampak langsung terhadap tekanan permintaan hotel.

Sorensen menyebutkan, saham perusahaan sejumlah hotel besar pun terus melorot karena hal ini.

Dorado Beach, Ritz-Carlton Reserve, salah satu hotel dari jaringan Marriott International.DOK. RITZ CARLTON Dorado Beach, Ritz-Carlton Reserve, salah satu hotel dari jaringan Marriott International.
Selain Marriott, jaringan hotel besar utama lainnya mulai menutup propertinya, dan memulai cuti atau pemutusan hubungan kerja (PHK) puluhan ribu karyawan di seluruh dunia.

Sebagai informasi, menurut JP Morgan, pendapatan hotel per kamar yang tersedia atau revenue per available room RevPAR) di Amerika Serikat anjlok lebih dari 30 persen dibanding sebelum masa pandemi.

Baca juga: Marriott International Targetkan 1.000 Hotel Baru di Asia Pasifik

Catatan pada 8-14 Maret tahun ini, dibandingkan dengan 10-19 Maret tahun lalu, juga menunjukkan penurunan yang mengejutkan.

Menurut STR Global, tingkat hunian telah berubah dari 53 persen pada 2019 menjadi minus 24,4 persen tahun ini.

Adapun tarif rata-rata harian untuk kamar juga merosot lebih dari 10 persen dengan RevPAR anjlok 32,5 persen.

Ekonomi Amerika Serikat pada umumnya menunjukkan tanda-tanda ketegangan karena dampak Covid-19 terhadap bisnis keseluruhan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X