JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringseweu, Lampung ditargetkan selesai pada akhir 2020. Progres konstruksinya saat ini mencapai 85 persen.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono seperti dikutip Kompas.com dari laman Kementerian PUPR, Senin (16/3/2020) mengungkapkan, kehadiran bendungan ini berfungsi mengendalikan banjir, memiliki potensi air baku, serta meningkatakan sektor pariwisata di Kabupaten Pringsewu.
Baca juga: Bendungan Way Sekampung di Lampung Beroperasi 2020
Bendungan ini dibangun dengan kapasitas tampung 68 juta meter kubik. Nantinya, infrastruktur ini akan dimanfaatkan untuk menyediakan air di daerah irigasi (DI) Sekampung seluas 55.373 hektar serta DI Rumbia Extension seluas 17.334 hektar.
Selesainya pembangunan bendungan ini diharapkan bisa membantu petani meningkatkan intensitas tanam, jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali dalam setahun.
Selain itu, bendungan ini juga akan dimanfaatkan untuk menyediakan air baku di Kota Bandar Lampung, Kota Metro dan Kabupaten Lampung Selatan dengan debit sebesar 2.480 liter per detik.
Bendungan Way SekampungSebagai informasi, Bendungam Way Sekampung dibangun dengan biaya Rp 1,7 triliun dan terbagi menjadi tiga paket pengerjaan.
Kemudian terdapat dua paket lanjutan yakni pembangunan kolam olak dan jembatan yang saat ini tengah dalam proses lelang di Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Kementerian PUPR.
Adapun konstruksinya dikerjakan melalui Kerja Sama Operasi antara PT PP dan PT. Ashfri untuk paket satu serta PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya untuk paket dua.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.