Di Tengah Wabah Corona, Suryamas Rilis Ruko

Kompas.com - 12/03/2020, 16:00 WIB
Rancamaya Golf Estate Suryamas DutamakmurRancamaya Golf Estate

JAKARTA, KOMPAs.com - Pembangunan infrastruktur yang masif di wilayah Bogor, terutama Bogor Outer Ring Road (BORR), Bogor Inner Ring Road (BIRR), Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), dan jalan poros tengah timur (jalur puncak 2) membawa dampak positif terhadap pengembang properti.

Mereka lebih terpacu merilis produk-produk baru ketimbang harus menunggu dan melihat serangan wabah virus corona berlalu dari Indonesia.

Para pengembang secara sadar menggemakan optimisme bahwa mewabahnya virus corona bukanlah akhir dari segalanya. 

Para pengembang harus bangkit dan terus berproduksi karena sektor properti merupakan penggerak ratusan industri lainnya, terutama semen, besi, baja, cat, furnitur, saniter, dan jasa konsultansi.

Baca juga: Summarecon Optimistis, Raup Rp 115 Miliar dari Rumah Mewah Morizen

Oleh karena itulah, nama-nama seperti Ciputra, Sinarmas Land, PT Summarecon Agung Tbk, PT Modernland Realty Tbk dan sejumlah nama pengembang yang tergabung dalam asosiasi REI, Apersi, dan lainnya tetap menjaga irama bisnis mereka.

Salah satunya adalah PT Suryamas Dutamakmur Tbk yang rajin melahirkan produk-produk baru. Pengembang ini secara sadar memanfaatkan pengembangan infrastruktur demi mendukung pertumbuhan bisnisnya.

Mereka merilis produk komersial terbaru bertajuk Kingshop Commercial Shophouses di Kawasan Rancamaya Golf Estate dengan target penjualan Rp 40 miliar.

Division Head Business Development Rancamaya Golf Estate Eftianto menuturkan, ruko ini didesain dengan konsep dua muka dan dua fungsi yang menempati area seluas 28 hektar di Distrik Kingsville. 

Baca juga: Asal-usul Ruko, Dari Fujian Hingga Ke Pecinan

"Bagian belakang ruko menghadap klaster residensial, berfungsi sebagai hunian. Bagian muka menghadap boulevard dengan fungsi sebagai komersial," tutur Eftianto menjawab Kompas.com, Kamis (12/3/2020).

Kingshop ditawarkan terbatas 21 unit dengan 2 pilihan tipe yaitu 2 lantai dan 3 lantai. Untuk 2 lantai dirancang seluas 132/92 meter persegi, dan 3 lantai berukuran 195/92 meter persegi.

Suryamas Dutamakmur mematok ruko-ruko ini seharga mulai dari Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar. 

Menurut Eftianto, Kingshop merupakan kompleks komersia kedua yang berada di akses utara dan terkoneksi dengan BIRR.

Ada pun Distrik Kingsvill mencakup 3 klaster dengan jumlah hunian 800 unit yang potensial dihuni 2.000 jiwa.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X