Jalankan Misi Dagang Belanda, Signify Rilis Luminer 3D Pertama di Indonesia

Kompas.com - 12/03/2020, 14:00 WIB
Burhan Noor Sahid, Direktur Marketing Signify Indonesia (kanan) didampingi Lea Indra, Head of Integrated Communications Indonesia (kiri), menjelaskan cara kerja mesin pencetak luminer 3D milik Signify kepada Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda. Dok. Signify Indonesia.Burhan Noor Sahid, Direktur Marketing Signify Indonesia (kanan) didampingi Lea Indra, Head of Integrated Communications Indonesia (kiri), menjelaskan cara kerja mesin pencetak luminer 3D milik Signify kepada Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan lampu Signify mencetak luminer 3D untuk pertama kalinya di Indonesia sebagai bagian dari rangkaian Misi Dagang Belanda.

Hal tersebut menyusul Kunjungan Kenegaraan Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima dari Belanda.

Indonesia sendiri menjadi negara ketiga di luar Eropa, yang dijadikan sebagai lokasi untuk memproduksi luminer cetakan 3D.

Pabrik cetak 3D yang didirikan, tak jauh dari Jakarta sekaligus menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Signify untuk kawasan ASEAN.

“Menggunakan teknologi pencetakan 3D untuk memproduksi luminer sama-sama menguntungkan bagi pelanggan kami dan lingkungan,” ungkap Country Leader Signify Indonesia Rami Hajjar dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Rabu (11/3/2020).

Rami melanjutkan, pelanggan Signify dapat menciptakan lampu luminer LED sesuai keinginan.

Bahan produksi yang digunakan Signify untuk membuat luminer 3D tersebut menggunakan polikarbonat formulasi khusus yang dapat didaur ulang.

Baca juga: Signify Luncurkan Layanan Desain dan Pesanan Luminer Secara Online

Dengan menggunakan polikarbonat yang dapat didaur ulang sebagai bahan dasar dibandingkan logam sekali pakai, Signify berkontribusi menurunkan jejak karbon manufaktur sebesar 47 persen (tidak termasuk elektronik dan optik).

“Di Signify, kami menerapkan prinsip ekonomi sirkular, yang menekankan daur ulang, sehingga model bisnis kami semakin berkelanjutan. Mesin cetak 3D untuk luminer memungkinkan kami untuk sepenuhnya menggunakan kembali bahan dasar, menyisakan sangat sedikit limbah dan menghasilkan siklus hidup produk yang sepenuhnya hijau,” tutur Rami.

Dalam kunjungan singkat Raja dan Ratu Belanda ke stan Signify, Direktur Marketing Signify Indonesia Burhan Noor Said menyoroti kegiatan perusahaan di Indonesia dan layanan pencetakan 3D untuk luminer yang dapat didesain sendiri.

Ia juga mengungkapkan komitmen Signify dalam membawa inovasi terbarunya ke Indonesia, serta kontribusi positif yang diberikan untuk hubungan kedua negara.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X