[POPULER PROPERTI] Pemerintah Tawarkan 5 Proyek Infrastruktur

Kompas.com - 12/03/2020, 09:58 WIB
Penajajakan minat pasar lima proyek infrastruktur di Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Suhaiela Bahfein/Kompas.comPenajajakan minat pasar lima proyek infrastruktur di Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menawarkan lima proyek kepada investor. Artikel ini menjadi berita terpopuler di kanal Properti Kompas.com pada Rabu (11/3/2020).

Kepala Badan Koordinasi Penamaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan penjajakan minat pasar kepada investor diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang lesu.

Kelima proyek yang ditawarkan adalah teknologi transaksi pembayaran tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF), Tol Layang Cikunir-Karawaci, Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg, dan Tol Bogor-Serpong via Parung, dan Jalan Nasional Lintas Nasional Timur Sumatera di Provinsi Riau.

Selengkapnya dapat Anda baca melalui tautan berikut ini

Baca juga: Fantastis, Nilai 5 Proyek Infrastruktur Baru yang Ditawarkan Rp 62 Triliun

Berita selanjutnya adalah penolakan Asosiasi Tol Indonesia (ATI) mengenai penundaan kenaikan tarif.

Sekretaris Jenderal ATI Kris Ade Sudiyono menganggap penundaan penyesuaian tarif tersebut dapat mengganggu kepastian usaha.

Selain itu, hal tersebut bisa berdapak kontraproduktif terhadap iklim investasi.

"Apresiasi dan konsistensi penghargaan atas hak dan kewajiban masing-masing pihak baik pemerintah sebagai regulator, maupun Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sebagai investor adalah kunci utamanya," tutur Kris menjawab Kompas.com, Rabu (11/3/2020).

Untuk itu, Kris menegaskan gagasan pemikiran maupun inisiatif yang mengganggu kepastian usaha, termasuk penundaan tarif, seharusnya dhindari.

Dia melanjutkan, isu ini sangat sensitif bagi para pelaku usaha apalagi untuk investor luar negeri.

Selengkapnya dapat Anda baca di:

Baca juga: Asosiasi Tol Indonesia Tolak Penundaan Kenaikan Tarif

Lalu perumahan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur dibandero dengan harga Rp 200 jutaan. Pengembang properti Keluarga Sejahtera Group meluncurkan Golden East Residence.

Adapun tipe yang ditawarkan adalah Zircon dengan ukuran 36/60 meter persegi dan Olivine berdimensi 46/60 meter persegi.

Masing-masing tipe dipasarkan dengan harga jual Rp 200 jutaan hingga Rp 300 jutaan.
Informasi selanjutnya dapat Anda temukan di:

Baca juga: Dekat dengan Surabaya, Perumahan Ini Dibanderol Rp 200 Jutaan

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X