Rabu Pagi, "Market Sounding" KPBU Sistem Pembayaran Tol Nirsentuh

Kompas.com - 11/03/2020, 08:00 WIB
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit. KOMPAS.com/ROSIANA HARYANTIKepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memulai penjajakan minat pasar atau market sounding Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk implementasi transaksi pembayaran tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan pelaksanaan market sounding ini dimulai pada Rabu (11/3/2020) pukul 08.30 WIB pagi hingga 15.00 WIB sore.

MLFF merupakan bagian dari elektronifikasi transaksi di bidang transportasi yang didukung oleh lembaga pengelola yang berperan sebagai Toll Service Provider (TSP) atau Electronic Toll Collection (ETC).

Dalam market sounding  MLFF ini, Danang memperkirakan, akan ada lima perusahaan Nasional dan Internasional yang berminat.

Baca juga: Transaksi Non Tunai di Jalan Tol Akan Berbasis Satelit

Salah satu perusahaan asing yang meminati penerapan teknologi transaksi pembayaran tol  nirsentuh ini adalah Roatex Ltd. Zrt asal Hungaria.

"Roatex adalah pemrakarsa. Nah yang lolos pre-qualification (PQ) bisa ikut tender. Sebagai pemrakarsa, Roatex memiliki hak right to match," ujar Danang menjawab Kompas.com, Selasa (10/3/2020).

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Pemerintah akan menerapkan sistem transaksi pembayaran tol nirsentuh MLFF berbasis teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS).

Menurut Basuki, proses lelang akan dimulai pada April 2020 dan pengumuman pemenang pada akhir tahun 2020.

Kementerian PUPR telah menerima prakarsa proyek tersebut dari perusahaan asal Hongaria, yakni Roatex Ltd. Zrt dan telah disetujui sebagai pemrakarsa proyek sejak 31 Oktober 2019 lalu.

Meskipun perusahaan Hungaria merupakan pemrakarsa teknologi tersebut, mereka harus tetap mengikuti proses lelang.

"Selayaknya proses lelang, jika nanti ada pihak lain menawarkan teknologi yang sama dengan harga yang lebih rendah, maka pihak dari Hungaria berhak untuk menyamakan penawaran (right to match),” tutur Basuki, di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Selain MLFF, Kementerian PUPR juga menggelar penjajakan minat pasar untuk tiga proyek jalan tol, yakni Tol Layang Cikunir-Karawaci, Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg, dan Tol Bogor-Serpong via Parung.

Untuk KPBU jalan tol, Danang mengatakan, biasanya akan diikuti kelompok konsorsium beberapa perusahaan.

"Tiap ruas kami harapkan sekurangnya tiga perusahaan konsorsium yang ikut lelang. Tapi kalau yang ikut market sounding pasti lebih banyak," tuntas Danang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X