Kompas.com - 10/03/2020, 18:35 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Dirjen Cipta Karya Danis H Sumadilaga dan Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Diana Kusumastuti, meninjau bakal fasilitas observasi dan isolasi penyakit menular di Eks Kamp Vietnam, Pulau Galang, Kepulauan Riau, Senin (9/3/2020). Kompas.com/Hilda B AlexanderMenteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Dirjen Cipta Karya Danis H Sumadilaga dan Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Diana Kusumastuti, meninjau bakal fasilitas observasi dan isolasi penyakit menular di Eks Kamp Vietnam, Pulau Galang, Kepulauan Riau, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan Pemerintah Indonesia akan memperpanjang kontrak kerja sama Sumber Daya Air (SDA) dengan Belanda.

Basuki mengatakan hal itu usai pertemuan bilateral dengan Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda Cora van Nieuwenhuizen di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dalam penerimaan ini Pak Presiden juga mengharapkan kelanjutan kerja sama antara Belanda dan Indonesia di bidang Sumber Daya Air (SDA) dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM),” ucap Basuki.

Basuki melanjutkan, sejumlah tiga proyek akan diperpanjang melalui kerja sama tersebut yakni pengendalian banjir rob di Semarang, peningkatan kualitas air di Solo, serta pembangunan tanggul raksasa atau National Integrated Coastal Development (NCICD) di Jakarta Utara.

Baca juga: Kajian NCICD Masuki Tahap Final

Khusus untuk proyek pembangunan NCICD, kontrak kerja sama dengan Belanda telah berakhir pada 8 Maret 2020.

Maka dari itu, dalam pertemuan bilateral tersebut juga dilakukan penandatangan letter of intent (LOI), agar dapat dilanjutkan dengan penandatanganan MoU pada Oktober mendatang.

“MoU selesai 8 maret kemarin. Tadi, kami tanda tangan letter of intent-nya. Lalu, nanti ada (penandatangan) MoU pada Oktober untuk meneruskan proyek yang kami kerjakan,” ujar Basuki.

Pada proyek NCICD, Belanda berperan dalam pembiayaan, sementara Korea Selatan berperan dalam teknis pengerjaan proyek.

Pertemuan antara Basuki dan Cora van Nieuwenhuizen sebagai bagian dari lawatan Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti ke Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.