Kompas.com - 12/10/2016, 12:53 WIB
Pekerja membangun tanggul laut di pesisir Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (30/11). Tanggul laut yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu untuk meminimalisir banjir rob yang terus meluas akibat penurunan muka tanah serta peningkatan muka air laut. Kompas/Priyombodo Pekerja membangun tanggul laut di pesisir Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (30/11). Tanggul laut yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu untuk meminimalisir banjir rob yang terus meluas akibat penurunan muka tanah serta peningkatan muka air laut.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah melakukan tahap finalisasi terkait kajian proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

"Sekarang ini sudah mendekati final, tapi saya masih harus bertemu dengan beberapa pakar yang mengerti soal tanggul raksasa ini," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, di Jakarta, Selasa (11/10/2016).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kajian dari Bappenas ini sangat penting karena menentukan desain dan jarak pulau reklamasi dari daratan. Nantinya, pengembang wajib menyusun izin lingkungan dengan mempertimbangkan tanggul laut.

Bambang sendiri menjanjikan bahwa kajian proyek NCICD ini bakal bisa rampung pada akhir Oktober 2016.

Proyek NCICD dibangun dalam tiga tahapan. Tahap pertama atau tahap A berupa penguatan sistem tanggul laut dan sungai yang telah ada dan ditargetkan selesai pada 2017.

Sementara itu tahap B akan dimulai pada periode 2018-2025 berupa konstruksi tanggul laut lepas di pantai bagian barat Teluk Jakarta.

Sedangkan tahap C akan ditandai dengan pembangunan tanggul laut lepas pantai di Timur Teluk Jakarta. Di dalam tahap B dan C juga akan terdapat reklamasi dan pembangunan 17 pulau.

Adapun tujuan pembangunan NCICD ini menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono tidak untuk mengatasi banjir DKI Jakarta.

"NCICD ini bukan untuk banjir, tapi untuk lingkungan, untuk rejuvenation sesuai dengan studi kami bahwa 15 tahun lagi tidak akan ada sungai lagi dan akibat gravitasi langsung turun ke laut," tegasnya saat jumpa pers di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Selain itu, lanjut Basuki, NCICD ini juga akan berfungsi untuk menahan air bersih atau reservoir sehingga nantinya penduduk sekitar tak perlu mengambil air tanah lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.