Transaksi Non Tunai di Jalan Tol Akan Berbasis Satelit

Kompas.com - 23/01/2020, 21:30 WIB
Gerbang Tol Kayu Agung, salah satu Jalan Tol Trans Sumatera Dok. SEVP of Corporate Secretary PT Hutama Karya (Persero)Gerbang Tol Kayu Agung, salah satu Jalan Tol Trans Sumatera

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan menerapkan sistem transaksi pembayaran non tunai nirsentuh di gerbang tol atau Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS).

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, proses lelang implementasi teknologi nirsentuh di gerbang tol akan dimulai pada April 2020 dan pengumuman pemenang  pada akhir tahun 2020. 

Kementerian PUPR telah menerima prakarsa proyek tersebut dari perusahaan asal Hongaria, yakni Roatex Ltd. Zrt dan telah disetujui sebagai pemrakarsa proyek sejak 31 Oktober 2019 lalu.

Baca juga: Mundur, Penerapan Multi Lane Free Flow di Tol

Saat ini Roatex Ltd. Zrt sedang menyempurnakan Studi Kelayakan dan penyiapan Dokumen Badan Usaha yang akan melaksanakan dan mengelola pembayaran non tunai MLFF paling lambat 31 Januari 2020.

Namun, meskipun Pemerintah Hungaria merupakan pemrakarsa teknologi tersebut, mereka harus tetap mengikuti proses lelang.

"Selayaknya proses lelang, jika nanti ada pihak lain menawarkan teknologi yang sama dengan harga yang lebih rendah, maka pihak dari Hungaria berhak untuk menyamakan penawaran (right to match),” tutur Basuki, di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Peter Szijjarto menambahkan, untuk membangun sistem MLFF membutuhkan perkiraan biaya sekitar 90 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 1,2 triliun.

"Namun nanti akan tergantung proses lelang dengan kompetisi," kata Peter.

Sementara itu, Direktur Perumusan Kebijakan dan Evaluasi, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Hery Trisaputra Zuna mengatakan perusahaan asal Hungaria tersebut menawarkan sistem MLFF berbasis teknologi GNSS.

"Jika dibandingkan dengan Radio Frequency Identification atau Pengenal Frekuensi Radio (RFID) yang telah diterapkan saat ini membutuhkan alat pembaca di setiap tempat, tapi kalau satelit alat pembacanya tidak harus di setiap tempat. Sehingga bisa lebih murah," papar Hery.

GNSS merupakan sistem pembayaran non tunai dengan menggunakan peralatan yang dipasang di mobil dan dibaca lewat satelit. Penggunaan GNSS banyak diterapkan di negara-negara Eropa Timur termasuk Hungaria.

Meskipun begitu, Hery menyatakan sistem MLFF ini akan dilakukan secara bertahap dengan peralihan ke sistem RFID terlebih dulu.

"Kalau teknologi MLFF nanti semua kendaraan harus diregistrasi terlebih dulu, sehingga pada tahap awal akan dipakai dulu sistem RFID untuk meregister. Setelah semua 100 persen terdaftar baru pindah ke GNSS," tutup Hery.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X