Menilik "Special Purpose Fund" Infrastruktur dalam RUU Cipta Kerja

Kompas.com - 06/03/2020, 16:00 WIB
Pembangunan ruas tol ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), yang bertujuan mendorong pemerataan hasil pembangunan dan mengurangi biaya logistik produk ekspor dari Kota Manado ke Pelabuhan Internasional Bitung Dok. Kementerian PUPRPembangunan ruas tol ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), yang bertujuan mendorong pemerataan hasil pembangunan dan mengurangi biaya logistik produk ekspor dari Kota Manado ke Pelabuhan Internasional Bitung

BAGI praktisi dan pelaku usaha infrastruktur, termasuk pembangunan perkotaan, diskursus tentang RUU Cipta Kerja mengerucut pada isu rencana pemerintah membentuk Sovereign Wealth Fund (SWF).

Ini merupakan sebuah ide yang kelihatannya cukup logis jika dikaitkan dengan keterbatasan ketersediaan dana APBN untuk membangun infrastruktur nasional saat ekonomi Indonesia melebihi 1 triliun dollar AS.

Namun persoalannya, alih-alih untuk proyek greenfield sebesar Ibu Kota Negara (IKN), penyediaan infrastruktur dasar dalam program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan program prioritas pun masih penuh tantangan penyediaan dana.

Kita mafhum bahwa tingkat daya saing negara juga harus menjadi refleksi dari peradaban bangsa dalam sistem perekonomiannya.

Kemampuan memanfaatkan dana hasil kelebihan pendapatan negara, menjadi salah satu nilai tambha suatu sistem ekonomi.

SWF menjadi bagian penting ekonomi di beberapa negara seperti Norwegia, Kanada, Arab Saudi dan lain lain, ketika kelebihan "dana cadangan" pemerintah dimanfaatkan dalam kegiatan investasi yang memberi manfaat bagi warganya dan bagi perkenonomian secara keseluruhan.

Pertanyaan mendasar bagi Indonesia saat ini adalah bagaimana menyeimbangkan antara kebutuhan mendesak sumber pembiayaan, dengan kebutuhan BUMN infrastruktur untuk "memperlonggar" nafas setelah selama ini melakukan percepatan pembangunan melalui penugasan.

Bentuk pengelolaan dengan azas sui generis, memungkinkan pengaturan diri sendiri yang bukan tanpa risiko.

Dan tentunya, penting kita mengetahui berapa sebenarnya riil ketersediaan dan kondisi cadangan uang kita?

Faktor risiko menjadi isu penting, dan tentunya aspek kapasitas manajemen serta aturan-aturan pelaksana yang kuat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masih 'Wait and See', Sinarmas Land Belum Berencana Ekspansi Bisnis

Masih "Wait and See", Sinarmas Land Belum Berencana Ekspansi Bisnis

Berita
Beli versus Ngontrak Rumah, Mana Lebih Menguntungkan?

Beli versus Ngontrak Rumah, Mana Lebih Menguntungkan?

Hunian
Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Wajib Memiliki Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang

Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Wajib Memiliki Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang

Berita
Tiga Bulan, Bumi Serpong Damai Cetak Marketing Sales Rp 2,5 Triliun

Tiga Bulan, Bumi Serpong Damai Cetak Marketing Sales Rp 2,5 Triliun

Berita
Pemerintah Jamin Kepastian Hukum Hak atas Tanah Masyarakat Adat Papua Barat

Pemerintah Jamin Kepastian Hukum Hak atas Tanah Masyarakat Adat Papua Barat

Berita
Video Viral Apartemen Menyerupai Piramida yang Bikin Susah Penghuninya

Video Viral Apartemen Menyerupai Piramida yang Bikin Susah Penghuninya

Apartemen
Warga Bisa Ekspor Langsung Melalui Terminal Multipurpose Labuan Bajo

Warga Bisa Ekspor Langsung Melalui Terminal Multipurpose Labuan Bajo

Kawasan Terpadu
444 Rumah Dibangun untuk Masyarakat Terdampak Proyek Bendungan Kuningan

444 Rumah Dibangun untuk Masyarakat Terdampak Proyek Bendungan Kuningan

Perumahan
[POPULER PROPERTI] Plus Minus Gunakan Panel Surya di Rumah

[POPULER PROPERTI] Plus Minus Gunakan Panel Surya di Rumah

Berita
Tahun Ini, Adhi Karya Bidik Kontrak Baru Senilai Rp 25 Triliun

Tahun Ini, Adhi Karya Bidik Kontrak Baru Senilai Rp 25 Triliun

Berita
Pemkab dan Pemkot di NTT Diminta Segera Validasi Data Kerusakan Rumah akibat Bencana

Pemkab dan Pemkot di NTT Diminta Segera Validasi Data Kerusakan Rumah akibat Bencana

Konstruksi
Trik Sederhana Bikin Rumah Sehat, Hijau, dan Hemat Energi

Trik Sederhana Bikin Rumah Sehat, Hijau, dan Hemat Energi

Tips
Daftar Lengkap Infrastruktur yang Dibangun di Kawasan Industri Terpadu Batang

Daftar Lengkap Infrastruktur yang Dibangun di Kawasan Industri Terpadu Batang

Kawasan Terpadu
Lippo Raup Marketing Sales Rp 1,31 Triliun, Didominasi Cendana Icon

Lippo Raup Marketing Sales Rp 1,31 Triliun, Didominasi Cendana Icon

Perumahan
Wajib Diketahui, Empat Peran Penting Penilai atau Appraisal Pertanahan

Wajib Diketahui, Empat Peran Penting Penilai atau Appraisal Pertanahan

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X