Perumahan Ini Diborong Koperasi Pajak, Kreditnya Difasilitasi BTN

Kompas.com - 04/03/2020, 14:30 WIB
Perumahan Permata Mutiara Maja PT Bukitnusa Indahperkasa (BNIP)Perumahan Permata Mutiara Maja

JAKARTA, KOMPAS.com - Koperasi Pegawai Kantor Pusat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak memborong 114 unit rumah subsidi di Perumahan Mutiara Maja, Kabupaten Lebak, Banten, senilai Rp 15 miliar.

Pembiayaan atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atas seluruh unit perumahan yang dikembangkan PT Bukitnusa Indahperkasa (BNIP) itu difasilitasi oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Penandatangan akad massal KPR BTN Subsidi–Nonsubsidi bersama Koperasi Pegawai Kantor Pusat Ditjen Pajak dilakukan di perumahan Permata Mutiara Maja, pada Rabu (26/02/2020) lalu.

Dalam keterangannya kepada Kompas.com, Rabu (4/3/2020), Direktur PT Bukitnusa Indahperkasa Cornelius Widjaja mengatakan penandatanganan akad massal ini merupakan sinyal positif sektor properti yang terus bergerak.

Baca juga: Summarecon Optimistis, Raup Rp 115 Miliar dari Rumah Mewah Morizen

"Kami akan terus mendorong agar semakin banyak lagi instansi pemerintah atau swasta yang membeli rumah secara borongan agar industri perumahan kecil tetap bergairah," kata Cornelius.

Dia mengungkapkan, sebelum memilih Mutiara Maja, Koperasi Pegawai Kantor Ditjen Pajak telah melakukan survei di sejumlah perumahan.

"Karena dekat dengan akses transportasi Kereta Rel Listrik (KRL), mereka memilih kami," cetus Cornelius.

Ke-114 hunian yang diborong berada di Klaster Topaz yang berisi Tipe Lotus dengan 2 kamar tidur seluas 27/60 meter persegi. Tipe ini dibanderol dengan harga Rp 135 juta.

Menurut Cornelius, patokan harga tersebut sudah termasuk biaya pengurusan sertifikat hak milik (SHM).

Adapun pembiayaan KPR-nya, berasal dari Kantor BTN Cabang Tangerang dan Cabang BSD dengan tawaran suku bunga sesuai dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yakni 5 persen.

Permata Mutiara Maja menempati area seluas 200 hektar. Dari total luas lahan itu, sudah dikembangkan sekitar 50 hektar dengan 2.000 rumah mulai dari tipe terkecil 22/60 hingga terbesar 36/90.

Baca juga: Investor Dominasi Pembelian Rumah Seion di Serang

Harga yang dipatok serentang Rp 130 jutaan sampai Rp 300 jutaan.

"Rumah-rumah tersebut sudah dihuni 500 kepala keluarga (KK). Kami rencanakan selesai pengembangan dalam 5 tahun ke depan," sebut Cornelius.

Adapun target penjualan tahun 2020 sejumlah 1.500 unit dengan komposisi unit komersial (non-subsidi) lebih banyak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X