Pelaku lalu menggunakan sertifikat atau surat kuasa tersebut untuk mengganti kepemilikan tanah.
Terakhir, Kementerian ATR/BPN dan Kepolisian berhasil menangkap sindikat kasus mafia tanah dengan modus sertifkat palsu dan e-ktp ilegal.
Modus yang digunakan adalah seolah-olah ingin membeli rumah kemudian sertifikat ditukar dengan sertipikat palsu dengan mengajak notaris fiktif.
Notaris fiktif ini kemudian membuat KTP, NPWP hingga nomor rekening aktif. Bahkan mereka juga ikut mengecek sertifikat ke kantor pertanahan bersama dengan korban.
Setelah dinyatakan asli, pelaku lalu menukar sertifikat tersebut dengan dokumen palsu yang sebelumnya telah disiapkan. Lalu salah satu pelaku membawa sertifikat asli ke rentenir.
"Karena seperti ini terencana, yang modus kami kerja sama dengan kepolisian. Dengan begitu kami harapkan masyarakat akan jera dan tidak coba-coba untuk melakukan perbuatan melawan hukum," tuntas Himawan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.