Sambut KTT G20, Labuan Bajo Bangun 2 Hotel Bintang Lima

Kompas.com - 14/02/2020, 12:00 WIB
Rapat rencana kerja pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tana Naga Mori di ruang rapat Bupati Manggarai Barat, Kamis (13/2/2020).

Sigiranus Marutho Bere/Kompas.comRapat rencana kerja pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tana Naga Mori di ruang rapat Bupati Manggarai Barat, Kamis (13/2/2020).

KUPANG, KOMPAS.com - Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), direncanakan menjadi tuan rumah dua kegiatan internasional pada tahun 2023 mendatang.

Dua kegiatan berskala internasional itu yakni Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan ASEAN Summit.

Untuk mempersiapkan kegiatan akbar itu, Pemerintah Provinsi NTT bersama sejumlah pihak terkait, menggelar rapat rencana kerja pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tana Naga Mori di ruang rapat Bupati Manggarai Barat, Kamis (13/2/2020).

Baca juga: Jokowi Sebut Investor Uni Arab Emirat Bakal Tanam Modal di Labuan Bajo

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi Rapat memimpin rapat yang juga dihadiri oleh Direktur Pengembangan PT INdonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Edwin Darmasetiawan.

Edwin memaparkan, dalam rangka Persiapan menuju G-20 dan selanjutnya ASEAN Summit 2023, akan dibangun dua hotel bintang lima di Tana Naga Mori, Labuan Bajo.

Pembangun hotel bintang lima melengkapi status Labuan Bajo berstatus sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) super prioritas di Indonesia.

"Selain hotel, akan dibangun juga dua kawasan villa," imbuh dia.

Masing-masing kawasan vila itu memiliki 15 unit villa, satu hotel bintang empat, dan satu convention hall dengan kapasitas 2.000 orang, dan dilengkapi dermaga.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, secara tegas menyebut tenaga kerja asal NTT harus dapat diberdayakan secara maksimal, dalam kaitannya dengan KEK serta Persiapan G20 dan ASEAN Summit di Labuan Bajo.

Baca juga: Dukung Destinasi Labuan Bajo, Kementerian PUPR Bikin Jalan Lebih Mulus

Karena itu, diperlukan peran penting baik dari pemerintah maupun swasta, untuk melatih terus menerus secara intensif dan berkelanjutan, sehingga tenaga kerja asal NTT mempunyai kualitas yang mumpuni dan siap pakai.

"Khususnya dalam mendukung sektor pariwisata. Hal tersebut akan berdampak positif bagi penyerapan tenaga kerja lokal sehingga dapat memangkas angka pengangguran," ujar Josef.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X