Dukung Destinasi Labuan Bajo, Kementerian PUPR Bikin Jalan Lebih Mulus

Kompas.com - 21/01/2020, 22:28 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama arsitek Yori Antar Awal tengah mengunjungi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo, Minggu (19/1/2020). Dokumentasi Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama arsitek Yori Antar Awal tengah mengunjungi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo, Minggu (19/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembangan infrastruktur konektivitas jalan demi mendukung  Kawasan Strategis Pariwisata Nasional ( KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dilakukan secara simultan. 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga mengalokasikan anggaran senilai Rp 250 miliar.

Dana sebesar itu digunakan untuk membiayai pekerjaan rekonstruksi jalan, pelebaran, penataan trotoar, pemeliharaan rutin, dan pembangunan drainase.

Baca juga: Jokowi Sebut Investor Uni Arab Emirat Bakal Tanam Modal di Labuan Bajo

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan ketersediaan infrastruktur jalan dengan kondisi mantap dan mulus akan mengakselerasi pengembangan destinasi wisata setempat dan memudahkan wisatawan mencapai lokasi wisata.

"Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat dikawasan wisata,” kata Basuki, Minggu (19/1/2020).

Program penanganan jalan di KSPN Labuan Bajo tahun 2020 meliputi 9 paket yang terdiri atas 5 paket pekerjaan penanganan ruas dalam kota sepanjang 16,8 kilometer.

Baca juga: Labuan Bajo, Waterfront City Kelas Dunia Pertama di Indonesia

Rinciannya peningkatan jalan, trotoar, dan drainase Jalan Soekarno Atas (2,19 kilometer), Jalan Soekarno Bawah (2,01 kilometer), Jalan Simpang Pede (4,51 kilometer), Jalan Yohannes Sahadun (4,05 kilometer), dan peningkatan jalan kawasan pariwisata Waecicu (4 kilometer).

Basuki menambahkan Kementerian PUPR juga tengah menyiapkan program peningkatan jalan dari Simpang Manjerite hingga dalam Kota Labuan Bajo sepanjang 9 kilometer.

Ketersediaan infrastruktur jalan tersebut sangat krusial untuk menunjang kegiatan distribusi logistik dari Pelabuhan Wae Klambu menuju pusat kota Labuan Bajo atau sebaliknya.

"Nanti kontainer dibongkar di Pelabuhan. Logistik didistribusikan dengan truk ukuran sedang hingga kecil. Meskipun truk biasa tapi masih banyak tanjakan dan kelokan. Jadi itu yang akan kita perbaiki, untuk tikungan kita jadikan sodetan dan untuk yang tanjakan akan dipotong. Kemudian setelah padat akan di lebarkan dari 6 meter menuju standar 7 meter," tutur Basuki.

Baca juga: Menteri Basuki Pastikan KSPN Super Prioritas Labuan Bajo Tuntas 2020

Pelabuhan khusus logistik Wae Klambu dibangun untuk menggantikan pelabuhan lama yang berada di tengah Kota Labuhan Bajo.

Lokasi Pelabuhan Logistik yang akan dibangun hanya 19 menit waktu tempuh dari Bandara Komodo dan dari pusat kota Labuan Bajo.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X