Kompas.com - 09/11/2019, 07:00 WIB

Selain menimbulkan rasa tak nyaman, kamar yang berantakan membuat barang-barangnya tak terlihat dan sulit ditemukan.

Karena itu, dalam mendesain kamar tidur anak, wajib ditambahkan rak-rak penyimpanan.

Untuk menyiasati keterbatasan ruang, rak penyimpanan bisa dibuat memenuhi satu sisi dinding.

Atau belilah furnitur yang sudah dilengkapi dengan rak penyimpanan. Misalnya saja, ranjang anak dengan laci penyimpanan di bagian bawahnya.

Keberadaan tempat penyimpanan ini sekaligus akan membiasakan anak untuk menjaga kerapian, kebersihan, dan bertanggung jawab pada barang-barang miliknya.

3. Berbagi Kamar Tidur

Anak akan tumbuh berkembang menjadi seorang individu. Secara bertahap, ia akan mulai mencoba untuk mandiri, mengenal rasa kepemilikan, dan juga konsep teritorial ketika ia memasuki usia sekolah.

Karena itulah, anak lebih senang punya kamar sendiri dan terpisah dari orangtuanya. Lantas, bagaimana jika anak harus berbagi kamar tidur bersama saudaranya?

Untuk menciptakan area privasi bagi anak, sebaiknya sediakan ranjang masing-masing. Misalnya saja dengan memilih model ranjang sorong, ranjang tingkat, atau twin bed yang ditempatkan bersebelahan.

Kemudian, gunakan warna, motif, atau nuansa yang berbeda sesuai kesukaan anak agar anak merasa lebih nyaman.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.